Crispy

Transisi di Old Trafford: Antara Darren Fletcher dan Bayang-Bayang Ole Gunnar Solskjaer

Setelah Ruben Amorim resmi didepak, kursi pelatih MU kini jadi rebutan. Darren Fletcher memang sudah turun tangan sebagai caretaker darurat, tapi kabar mengejutkan datang dari “The Baby Faced Assassin”.

WWW.JERNIH.CO – Manchester United kembali berada di persimpangan jalan. Keputusan mengejutkan manajemen untuk memecat Ruben Amorim pada awal Januari 2026 telah memaksa klub bergerak cepat guna mengisi kekosongan di kursi manajerial.

Saat ini, nama Darren Fletcher resmi naik ke permukaan sebagai sosok yang memegang kendali tim secara langsung. Namun, di balik layar, nama sang legenda Ole Gunnar Solskjaer santer dikabarkan akan kembali untuk peran yang lebih panjang hingga akhir musim.

Untuk merespons kekosongan instan, manajemen menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih interim. Fletcher, yang sebelumnya fokus pada pengembangan pemain muda di tim U-18, kini memikul tanggung jawab besar memimpin skuad senior untuk laga melawan Burnley pada Kamis, 8 Januari 2026.

Dalam tugasnya, Fletcher tidak sendiri; ia didampingi oleh Jonny Evans, yang baru saja gantung sepatu dan langsung ditarik ke staf kepelatihan.

Meskipun Fletcher memiliki dedikasi tinggi, laporan dari The Athletic menyebutkan bahwa perannya kemungkinan besar bersifat jangka sangat pendek—hanya untuk satu atau dua pertandingan.

Fletcher dipandang sebagai sosok yang mampu menjaga api semangat di lapangan latihan sembari manajemen melakukan evaluasi mendalam untuk langkah transisi berikutnya.

Di tengah kepemimpinan Fletcher, spekulasi mengenai kembalinya Ole Gunnar Solskjaer terus menguat. Setelah dilepas oleh raksasa Turkiye, Besiktas, pada Agustus 2025, pria berusia 52 tahun tersebut kini berstatus free agent. Jurnalis ternama Fabrizio Romano melaporkan bahwa Ole telah menyatakan kesediaannya untuk membantu mantan klubnya tersebut hingga musim panas 2026 mendatang.

Rencana reuni ini memicu perdebatan panas di kalangan fans: “Bukankah Ole pernah gagal?” Secara historis, Ole memang belum berhasil mempersembahkan trofi selama tiga tahun masa jabatannya (2018–2021) dan mengakhiri masanya dengan beberapa hasil buruk.

Namun, pendukung setianya menekankan bahwa Ole adalah sosok yang mampu memberikan stabilitas di papan atas klasemen serta memahami “DNA” United lebih baik dari siapa pun.

Langkah manajemen di bawah arahan Jason Wilcox dan Omar Berrada tampaknya cukup taktis. Mereka melihat Ole bukan sebagai proyek jangka panjang, melainkan sebagai “obat penenang” atau caretaker berpengalaman yang bisa menstabilkan kondisi psikologis tim yang guncang pasca-Amorim. Dengan merekrut Ole sebagai interim setelah tugas Fletcher selesai, klub mendapatkan waktu berharga untuk mencari pelatih tetap tanpa harus terburu-buru.

Fokus utama United saat ini adalah mengembalikan rasa aman dan harmoni di ruang ganti. Sembari Fletcher menjalankan tugas daruratnya di pinggir lapangan, manajemen sedang menyusun rencana besar untuk masa depan. Jika kesepakatan tercapai, Ole bisa jadi akan segera kembali ke Carrington untuk menyelesaikan apa yang pernah ia mulai, setidaknya sebagai penjaga stabilitas hingga fajar baru menyingsing di musim panas nanti.(*)

BACA JUGA: Manchester United Pecat Ruben Amorim

Back to top button