Trump Siap Pecat Ribuan Pegawai Federal, Ancaman Penutupan Pemerintah AS ala Mafia

DPR yang dikendalikan Partai Republik meloloskan RUU pendanaan sementara, tetapi Senat yang dipimpin Partai Demokrat menolaknya, menuntut agar pemotongan dana untuk program layanan kesehatan dibatalkan.
JERNIH – Pemerintahan Presiden Donald Trump meningkatkan tensi dalam konfrontasinya dengan Partai Demokrat di Senat, mengancam untuk secara permanen memberhentikan pegawai federal jika pendanaan pemerintah habis minggu depan. Ancaman ini menjadi babak baru dalam pertempuran politik yang berulang di Washington, yang kini mempertaruhkan nasib ribuan pekerja.
Pada kemarin malam, Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB) Gedung Putih, yang selama ini memimpin upaya Trump untuk mengecilkan ukuran pemerintahan, mengirim memo kepada seluruh lembaga federal. Memo tersebut menginstruksikan para kepala departemen untuk mengidentifikasi program dan aktivitas yang pendanaan diskresionernya akan berakhir pada 1 Oktober jika Kongres AS tidak meloloskan undang-undang untuk menjaga operasional pemerintah.
Pertarungan Politik dan Dampak Nyata
Ini adalah potensi penutupan sebagian pemerintah AS yang ke-15 sejak tahun 1981. Pemicunya adalah kegagalan para anggota parlemen untuk menyepakati alokasi dana untuk tahun fiskal baru. DPR yang dikendalikan Partai Republik meloloskan RUU pendanaan sementara, tetapi Senat yang dipimpin Partai Demokrat menolaknya, menuntut agar pemotongan dana untuk program layanan kesehatan dibatalkan.
Ancaman pemecatan massal ini memicu respons keras dari pihak Demokrat. “Ini adalah upaya intimidasi,” kata pemimpin Senat Demokrat, Chuck Schumer, menanggapi memo OMB. “Donald Trump telah memecat pegawai federal sejak hari pertama—bukan untuk memerintah, tapi untuk menakut-nakuti.”
Meskipun demikian, tidak seperti konfrontasi sebelumnya, para pemimpin Demokrat kali ini menunjukkan sikap yang lebih berani. Schumer, yang sebelumnya pernah dituduh terlalu lunak dalam menghadapi ancaman pemotongan anggaran, kini mengecam keras rencana tersebut.
Sejak Januari, pemerintahan Trump memang telah melancarkan kampanye untuk mengurangi jumlah tenaga kerja sipil federal yang mencapai 2,4 juta orang. Direktur Kantor Manajemen Personalia, Scott Kupor, mengungkapkan bahwa sekitar 300.000 pegawai sipil federal akan meninggalkan pekerjaan mereka pada akhir tahun 2025.
Banyak yang khawatir Trump akan menggunakan penutupan pemerintah sebagai alat untuk mempercepat agenda pemangkasan ini. Senator Chris Van Hollen, yang mewakili banyak pekerja federal, menyebut ancaman Trump sebagai “pemerasan ala mafia.”






