Crispy

UEA Tangkap 54 Perekam dan Penyebar Serangan Rudal dan Drone Iran

  • UEA mengatakan publikasi video serangan Iran dapat memicu kekhwatiran publik dan penyebaran rumor di masyarakat.
  • Qatar dan Bahrain lebih dulu menahan ratusan dan puluhan orang atas tindakan serupa.

JERNIH — Kepolisian Uni Emirat Arab (UEA) membenarkan kabar pihaknya menangkap 45 orang dari berbagai kewarga-negaraan yang menyebarkan video serangan rudal dan drone Iran.

Berdasarkan hukum UEA, penyebar video itu dapat menghadapi hukuman penjara hingga dua tahun dan denda mulai 5.500 sampai 54.500 dolar AS, serta berisiko dideportasi.

Iran menargetkan pangkalan AS dan asset Paman Sam di negara-negara Teluk, sebagai balasan atas serangan Israel/AS sejak akhir Februari. Namun, Tehran mengatakan tidak bermusuhan dengan semua negara Arab yang bertetangga. Semua fasilitas AS di negara Arab adalah target sah.

UEA mengatakan publikasi video serangan Iran dapat memicu kekhwatiran publik dan penyebaran rumor di masyarakat. Tindakan hukum dan administratif telah diambil terhadap mereka yang bertanggung jawab.

Kamis lalu, konsultan Detained di Dubai melaporkan 21 orang, termasuk seorang warga Inggris berusia 60 tahun, didakwa berdasarkan UU Kejahatan UEA karena merekam serangan rudal dan drone Iran.

“Tuduhan itu terdengar samar tapi serius di atas kertas,” kata Radha Stirling, CEO Detained di Dubai. “Kenyataannya, perilaku yang dituduhkan bisa sesederhana membagikan atau mengomentari video yang sudah beredar secara online.”

Ia memperingatkan bahwa orang asing perlu memhami bahwa apa yang tampak seperti perilaku media sosial normal di tempat lain, dapat menyebabkan penangkapan di UEA.

Sebelumnya, Senin 9 Maret, Qatar mengatakan telah menahan lebih 300 orang karena merekam serangan rudal dan drone Iran. Beberapa hari kemudian Bahrain mengumumkan penahanan enam orang dengan tuduhan serupa.

“Jika pemerintah di Teluk mulai menangkap ekspatriat karena berbagi atau membahas berita selama konflik, hal itu berisiko merusak citra yang mereka coba bangun sebagai pusat internasional yang aman dan modern.” kata Stirling.

Back to top button