Crispy

Vaksin Moderna Segera Digunakan BPOM Telah Beri Izin

Pemerintah menetapkan target vaksinasi satu juta dosis per hari pada Juli. Dan dua juta dosis per hari sepanjang Agustus 2021.

JERNIH-Vaksin Corona dari Moderna telah mengantungi emergency use of authorization (EUA) atau izin darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kini vaksin Covid-19 asal Amerika Serikat, Moderna dapat digunakan di Indonesia.

Informasi tersebut disampaikan Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito dalam konferensi pers, pada Jumat (2/7/2021).

“Kemarin kami tambah satu jenis vaksin yang sudah dapat EUA dari BPOM yaitu Moderna,” kata Penny

Menurut Penny, penggunaan vaksin Moderna ini merupakan hasil dari kerja sama yang telah dilakukan pemerintah Indonesia dengan berbagai negara.

Penny juga memuji langkah pemerintah yang sengaja mendatangkan vaksin Corona berbagai jenis, merek dan dari berbagai produsen dengan tujuan dapat segera mencapai target vaksinasi yang telah ditetapkan.

“Kami sampaikan apresiasi atas upaya yang sudah dilakukan. Antara kementerian dan lembaga terkait,” katanya.

Bagi BPOM, kata Penny, Moderna merupakan vaksin mRNA pertama yang mendapat izin darurat dari BPOM. Vaksin tersebut diproduksi di AS.

“Vaksin ini pertama yang dapat EUA dari BPOM yang menggunakan mRNA, vaksin ini didapat dari Covac Facility dan diprodusi di USA,” kata Penny menjelaskan asal vaksin Moderma.

Dijelaskan Penny tentang keamanan penggunaan vaksin Moderna yang menurutnya masih dalam kategori bisa ditoleransi. Bahkan menurut Penny keluhan terjadi setelah vaksinasi kedua.

“Biasanya setelah vaksin kedua,”.

Sedangkan keluhan yang mungkin dirasakan mereka yang telah menerima vaksin Moderna masih tergolong biasa yakni sebatas nyeri, kelelahan, nyeri di tempat suntik, sakit kepala, hingga nyeri otot sendi.

Saat ini pemerintah telah menetapkan target vaksinasi 1 juta dosis per hari pada Juli. Kemudian naik menjadi 2 juta dosis per hari sepanjang Agustus 2021. Pemerintah terus menggenjot vaksinasi Covid-19 untuk menekan laju penularanCovid-19.

Di samping itu, saat ini pemerintah telah menerima 98,2 juta dosis vaksin, berupa bahan mentah ataupun sudah jadi. Pemerintah juga sudah membuat komitmen dengan produsen vaksin dari berbagai kerjasama di luar negeri. (tvl)

Back to top button