Wall Street Journal: AS tak Siap Serang Iran

- Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan pada hari Minggu bahwa tindakan militer AS apa pun akan memiliki konsekuensi yang luas di seluruh Timur Tengah.
- Pentagon saat ini sedang memindahkan baterai Thaad dan sistem pertahanan udara Patriot tambahan ke Yordania, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, dan Qatar.
JERNIH — AS belum siap menyerang Iran karena perlu mengerahkan sistem sangat banyak sistem pertahanan udara ke Timur Tengah untuk menangis serangan balasan Tehran, demikian laporan Wall Street Journal yang mengutip sejumlah pejabat militer Paman Sam.
Selama beberapa pekan terakhir, Washington mengirimkan apa yang digambarkan Presiden AS Donald Trump sebagai ‘armada besar dan indah’ ke Timur Tengah, yang dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln, untuk menekan Tehran agar menerima kesepakatan nuklir baru.
Namun, serangan udara AS terhadap Iran ‘belum akan segera terjadi’ karena Washington perlu memastikan bahwa Israel, sekutu Arabnya, dan pasukan AS di kawasan itu terlindung dari serangan balasa Tehran, kata WSJ dalam sebuah artikel pada hari Minggu, mengutip sumber-sumbernya.
Pentagon saat ini sedang memindahkan baterai Thaad dan sistem pertahanan udara Patriot tambahan ke pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, Qatar, dan tempat lain, kata para pejabat pertahanan kepada media tersebut.
Setelah AS dan Israel membom fasilitas nuklir Iran Juni lalu, Teheran membalas dengan serangan terhadap Israel serta dengan menyerang pangkalan udara AS al-Udeid di Qatar. Kerusakan pada fasilitas AS terbatas karena Iran memberikan peringatan terlebih dahulu kepada Washington.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan pada hari Minggu bahwa tindakan militer AS apa pun akan memiliki konsekuensi yang luas di seluruh Timur Tengah, dengan mengatakan bahwa “mereka harus tahu bahwa jika mereka memulai perang kali ini, itu akan menjadi perang regional.”
Kemudian pada hari itu, Trump menolak pernyataan Khamenei, tetapi tetap membuka pintu untuk diplomasi. “Tentu saja dia akan mengatakan itu,” kata presiden. ‘Semoga kita akan membuat kesepakatan. Jika kita tidak membuat kesepakatan, maka kita akan mengetahui apakah dia benar atau tidak.’
Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani, yang mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada hari Jumat, mengatakan kemajuan sedang dibuat menuju negosiasi dengan AS.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga mendesak dialog antara kedua pihak, menekankan bahwa ‘tindakan kekerasan apa pun hanya akan menciptakan kekacauan di kawasan itu dan menyebabkan konsekuensi yang sangat berbahaya.’






