War Tiket Dimulai! Mengenal Laufey dan Detail Konser “A Matter of Time” Jakarta 2026

Dengan harga tiket mulai dari Rp750.000 hingga kategori VIP, konser Laufey menjadi agenda wajib tahun ini. Sebelum kamu terjun ke antrean war tiket, kenali lebih dekat sosok musisi jenius di balik album ‘Bewitched’ ini.
WWW.JERNIH.CO – Dunia musik global sedang dilanda demam Laufey (diucapkan Lay-vay), seorang musisi muda yang berhasil melakukan hal yang sebelumnya dianggap mustahil: membuat musik jazz dan klasik menjadi “keren” kembali di mata Generasi Z.
Di Jakarta, antusiasme terhadap penyanyi asal Islandia-Tiongkok ini merupakan sebuah fenomena budaya yang puncaknya akan kembali terjadi pada konser tunggalnya, “A Matter of Time Tour”, yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Mei 2026 di NICE PIK 2.
Laufey Lín Bing Jónsdóttir lahir di Reykjavík pada 23 April 1999. Ia tumbuh di tengah keluarga pemusik; ibunya adalah seorang pemain biola klasik, sementara kakeknya merupakan profesor biola di Tiongkok. Latar belakang ini membentuk Laufey menjadi seorang multi-instrumentalis yang mahir memainkan selo, piano, dan gitar.
Pendidikan formalnya di Berklee College of Music semakin mengasah kemampuannya dalam komposisi. Laufey memulai kariernya dengan membagikan potongan lagu di TikTok selama masa pandemi.
Suaranya yang low-register (kontralto) yang hangat, dipadukan dengan gaya bernyanyi crooning ala era 1950-an, langsung memikat jutaan pendengar yang haus akan ketenangan di tengah bisingnya musik pop modern.

Laufey tentulah tak lahir dari sensasi internet. Ia adalah musisi berprestasi yang telah diakui oleh institusi musik tertinggi. Pada tahun 2024, ia memenangkan Grammy Award untuk kategori Best Traditional Pop Vocal Album melalui album keduanya, Bewitched. Ia bahkan kembali memenangkan kategori yang sama pada Grammy 2026, membuktikan konsistensinya di industri.
Beberapa karya penting dalam diskografinya meliputi Everything I Know About Love (2022, album debut yang memperkenalkan gaya “modern jazz” miliknya kepada dunia.
Kemudian Bewitched (2023) sebuah album yang memecahkan rekor sebagai debut jazz terbesar dalam sejarah Spotify, menampilkan hits seperti “From The Start“.
Sementara A Matter of Time (2025) merupakan album terbaru yang menjadi landasan tur dunianya di tahun 2026, di mana ia bereksperimen lebih dalam dengan elemen orkestra dan lirik yang lebih dewasa.
Jakarta memiliki hubungan spesial dengan Laufey. Sejak penampilannya di Java Jazz Festival 2023 dan 2024, tiket pertunjukannya selalu habis dalam hitungan menit (sold out). Ada beberapa alasan mengapa publik Jakarta begitu “haus” akan penampilannya.
Laufey menulis tentang kecanggungan jatuh cinta, patah hati yang melankolis, dan perasaan menjadi “tua di dalam jiwa” (old soul). Tema-tema ini sangat beresonansi dengan anak muda Jakarta yang gemar mengekspresikan perasaan lewat media sosial.
Di konser Laufey juga ajang berekspresi secara visual. Penggemar sering datang dengan gaya busana vintage, pita rambut, dan estetika klasik yang sangat Instagrammable. Itulah estetika “Laufey-core”.
Ia adalah kelangkaan genre. Jarang ada artis muda yang membawakan jazz dengan kemasan pop yang mudah dicerna, membuat kehadirannya terasa eksklusif dan menyegarkan di antara gempuran musik K-Pop atau EDM.

Keunikan konser Laufey terletak pada atmosfernya yang intim, meskipun diadakan di venue besar. Ia sering menyelipkan sesi bercerita di sela-sela lagu, menjelaskan latar belakang penulisan liriknya yang jujur dan seringkali lucu. Penonton tidak hanya diajak berdiri dan menari, tetapi juga duduk diam terpesona saat ia memainkan solo selo atau piano yang magis.
Di Jakarta, konser Laufey dikenal karena suara penonton yang ikut bernyanyi (sing-along) dengan sangat kompak, namun tetap menjaga keheningan saat ia membawakan lagu-lagu balada yang emosional. Perpaduan antara keahlian teknis musik klasik dan keramahan personal inilah yang membuat setiap konsernya menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Tak heran ketika penjualan tiket perdana digelar pada 9 Maret silam terjadi ticket war dan segera ludes. Harga tiket mulai Rp 750.000 hingga termahal Rp 2.750.000, seakan tidak jadi soal bagi penggemar jazz.(*)
BACA JUGA: Konser Blackpink Ketiga di Indonesia dan Tiga Konser Terheboh






