
Patrick Walujo mundur setelah dua tahun lebih sebagai CEO. Penggantinya Hans Patuwo. Siapa dia? Apa target CEO selanjutnya?
JERNIH – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan perubahan signifikan pada jajaran kepemimpinan puncaknya. Patrick Walujo, yang menjabat sebagai Direktur Utama (CEO) sejak Juni 2023, telah mengajukan pengunduran diri dan akan digantikan oleh Hans Patuwo.
Nominasi pergantian ini dijadwalkan untuk dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Desember 2025. Manajemen GoTo menegaskan bahwa transisi ini merupakan bagian dari proses suksesi yang terencana dan ketat yang bertujuan untuk menjaga stabilitas, memperkuat tata kelola perusahaan, dan memastikan keberlanjutan strategi seiring GoTo memasuki fase pertumbuhan berikutnya menuju profitabilitas berkelanjutan.
Selama kepemimpinan Patrick Walujo, GoTo telah melalui fase transformasi krusial, berhasil memperkuat fundamental keuangan, meningkatkan efisiensi operasional, dan mempertajam arah bisnis jangka panjang. Mundurnya Walujo, meskipun di tengah kinerja perusahaan yang meningkat, dinilai sebagai langkah logis untuk memastikan estafet kepemimpinan berjalan mulus demi kontinuitas strategi dan penguatan eksekusi operasional.
Beberapa analis mencatat bahwa langkah ini mungkin juga memuluskan proses strategis tertentu, seperti isu merger dengan Grab, meskipun GoTo membantah kaitan langsung tersebut.
Hans Patuwo
Sosok yang dinominasikan sebagai suksesor, Hans Patuwo, bukanlah wajah baru; ia saat ini menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) GoTo dan Presiden On-Demand Services (ODS).

Hans Patuwo memiliki rekam jejak yang panjang dan mendalam di GoTo, memimpin seluruh operasional layanan on-demand dan bertanggung jawab mendorong pertumbuhan, efisiensi, serta profitabilitas melalui disiplin operasional berbasis data. Sebelum Gojek, Hans memiliki pengalaman global di berbagai perusahaan multinasional dan pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen McKinsey.
Ia juga dikenal sebagai salah satu arsitek yang mendorong ekspansi Gojek secara signifikan. Manajemen GoTo menilai kombinasi pengalaman operasional yang mendalam, pemahaman teknologi, dan visi jangka panjang yang dimiliki Hans menjadikannya sosok yang tepat untuk mengawal perusahaan memasuki babak baru, menekankan pada eksekusi berbasis data dan efisiensi lapangan.
Di bawah kepemimpinan baru ini, GoTo diharapkan melangkah lebih jauh dalam mencapai target ambisius. Fokus utama GoTo di bawah Hans Patuwo adalah profitabilitas berkelanjutan, dengan meneruskan dan memperkuat fokus pada efisiensi biaya dan disiplin operasional untuk mencapai profitabilitas inti secara berkelanjutan.
Selain itu, terdapat penekanan pada penguatan operasional inti untuk mengoptimalkan seluruh layanan, khususnya di segmen On-Demand Services, dan mengarahkan perusahaan menuju pertumbuhan yang sehat dan berkualitas.
Perubahan kepemimpinan ini juga disertai dengan nominasi Andre Soelistyo dan Santoso Kartono sebagai Komisaris baru, yang bertujuan untuk memperkuat fungsi tata kelola dan pengawasan perusahaan, memastikan sinergi dan potensi dari seluruh ekosistem GoTo (Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial) termaksimalkan.
Pendapatan GoTo
Era kepemimpinan Patrick Walujo yang dimulai pada pertengahan 2023 ditandai dengan fokus agresif pada efisiensi biaya dan disiplin operasional, yang secara signifikan mengubah lintasan laporan keuangan GoTo. Sejak Walujo menjabat, GoTo berhasil menunjukkan perbaikan kinerja yang konsisten dari kuartal ke kuartal.

Puncaknya terlihat pada kinerja Kuartal III 2025, di mana GoTo untuk pertama kalinya sejak berdiri berhasil mencetak laba sebelum pajak yang disesuaikan (Adjusted Pre-Tax Profit) sebesar sekitar Rp 62 miliar, sebuah tonggak penting menuju profitabilitas berkelanjutan.
Pada kuartal yang sama, pendapatan bersih perusahaan mencapai sekitar Rp 13,3 triliun, meningkat sekitar 14% secara tahunan (Year-on-Year). Secara komulatif, kerugian periode berjalan berhasil dipangkas drastis, hingga 78% menjadi sekitar Rp996,98 miliar untuk periode sembilan bulan yang berakhir September 2025, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk menjamin pengawasan dan tata kelola, GoTo didukung oleh Dewan Komisaris yang solid, dipimpin oleh Agus Martowardojo sebagai Komisaris Utama. Jajaran Komisaris lainnya mencakup nama-nama terkemuka seperti Wishnutama Kusubandio, Winato Kartono, Pablo Malay, serta Komisaris Independen seperti John Aristianto Prasetio, Dirk Van den Berghe, dan Marjorie Tiu Lao.
Selain didukung oleh para pendiri dan eksekutif, keberlanjutan GoTo ditopang oleh investor institusi domestik dan global. Telkomsel, anak perusahaan dari PT Telkom Indonesia Tbk, merupakan investor strategis domestik penting yang berinvestasi di GoTo sejak tahun 2020.
Investasi Telkomsel dilakukan dalam dua tahap, dimulai dengan Obligasi Konversi (CB) senilai US$150 juta, diikuti dengan hak untuk mengambil saham tambahan senilai US$300 juta, dengan total komitmen sekitar US$450 juta. Investasi ini berfokus pada sinergi bisnis di sektor telekomunikasi dan layanan digital.
Investor global lainnya yang menjadi pilar kepemilikan saham GoTo adalah entitas-entitas raksasa teknologi dan modal ventura. Dua pemegang saham institusi terbesar adalah Taobao China Holding Limited (terafiliasi dengan Alibaba/ByteDance) dan SVF GT Subco (Singapore) Pte. Ltd. (terafiliasi dengan SoftBank Vision Fund), yang secara konsisten mempertahankan persentase kepemilikan saham yang signifikan di atas 7% dari total saham.
Selain itu, GoTo juga didukung oleh investor institusi kelas dunia seperti Temasek Holdings (melalui entitas seperti Anderson Investment PTE LTD), Google Asia Pacific PTE LTD, PT Astra International Tbk (ASII), serta perusahaan modal ventura global seperti KKR Go Investments PTE LTD dan Tencent Mobility Limited.(*)
BACA JUGA: Gojek dan Menteri Pendidikan Digugat, Nilainya Fantastis





