POTPOURRI

Mulai 2026 Pemprov Bali Bakal Cek Isi Rekening Calon Wismannya

Pemprov Bali berencana memastikan wisman yang memiliki jumlah uang tabungan yang cukup untuk tinggal di Bali setidaknya untuk biaya tiga bulan.

JERNIH-Untuk Melindungi dan manjaga Pulau Bali agar wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang adalah wisman yang berkualitas maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berencana memastikan wisman yang memiliki jumlah uang tabungan yang cukup untuk tinggal di Bali setidaknya untuk biaya tiga bulan.

“Salah satu aspek yang diperhatikan untuk pariwisata yang berkualitas adalah berapa uangnya tiga bulan terakhir di buku tabungan,” kata Gubernur Bali Wayan Koster di Gianyar.

Pihaknya, kata koster juga akan memastikan wisman yang hendak masuk Bali akan dicek waktu tinggal yang akan diambil serta mengetahui aktivitas yang hendak dilakukan dalam kunjungan.

“Ini supaya terkontrol semua, seperti juga kalau kita berwisata ke negara lain, dengan kebijakan negara lain seperti itu kita akan melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Sejak 2022 pasca Covid, asosiasi usaha pariwisata terus mendorong Pemprov Bali membuka akses kunjungan wisman dengan memberi banyak kemudahan dan berdampak wisatawan yang datang ke Bali membeludak dan sulit tersaring.

“Semua dikerahkan supaya orang mau datang ke Bali, itulah yang berlangsung sekarang jadilah dia (wisman) keenakan, nah ini harus kita atasi dan mengatasi tidak bisa sehari dua hari, perlu kesabaran,” jelas Koster.

Dampak membludaknya wisman menyebabkan wisata Bali jadi tak menyenangkan. Namun Pemprov Bali tidak mencari-cari kesalahan hal-hal lain seperti sampah, kemacetan, dan banjir. Pemprov Bali justru bertekad memperbaiki regulasi

Meski pemerintah pusat belum menargetkan jumlah kunjungan pada 2026, namun pemerintah daerah ingin agar Bali tidak berhenti pada target kuantitas kunjungan melainkan beralih mengejar pariwisata yang berkualitas.

Oleh karena itu Pemprov Bali berusaha memastikan wisman yang datang ke Bali tidak berulah negative tetapi justru membawa dampak positif terutama bagi sektor ekonomi pariwisata.

“Ke depan ini kita akan mulai mengarah kepada pariwisata berkualitas, jadi tidak secara jumlah semata, tapi yang berkualitas yang dirancang melalui peraturan daerah itu tata kelola kepariwisataan,”.

Koster juga menyebut jumlah kunjungan wisman sepanjang 2025 sebanyak 7,050 juta orang melalui jalur udara dan 71 ribu orang melalui jalur laut.

Dalam sejarah kepariwisataan Bali, angka kunjungan ini menjadi yang tertinggi sepanjang tahun, peningkatannya mulai terasa tahun ke tahun setelah pandemi COVID-19 mereda. (tvl)

Back to top button