
- Jika biasanya kita hanya khawatir soal merkuri atau mikroplastik, penemuan ini menunjukkan adanya ancaman biologis lintas spesies yang sangat agresif.
- Sekitar 75% pasien yang dievaluasi melaporkan riwayat sering menangani dan mengonsumsi makanan laut (seafood) dalam kondisi mentah.
JERNIH – Sebuah penemuan mengejutkan dalam dunia virologi baru saja dipublikasikan dalam jurnal ilmiah ternama, Nature Microbiology. Para ilmuwan di China berhasil mengidentifikasi adanya kaitan antara virus yang berasal dari ekosistem perairan dengan kasus penyakit mata langka yang dapat menyebabkan kebutaan permanen pada manusia.
Penyakit yang diidentifikasi sebagai Persistent Ocular Hypertension Viral Anterior Uveitis (POH-VAU) ini, kini dikaitkan dengan Covert Mortality Nodavirus (CMNV)—sebuah virus yang selama ini dikenal hanya menyerang hewan akuatik.
Penelitian ini berawal dari evaluasi terhadap 70 individu yang didiagnosis menderita POH-VAU antara Januari 2022 hingga April 2025. Hasilnya mengejutkan, ditemukan bukti partikel virus CMNV pada jaringan mata pasien.
Fakta sosiologis yang ditemukan para peneliti menambah kuat dugaan transmisi ini. Sekitar 75% pasien yang dievaluasi melaporkan riwayat sering menangani dan mengonsumsi makanan laut (seafood) dalam kondisi mentah. Jika temuan ini terkonfirmasi sepenuhnya, CMNV akan menjadi virus asli kehidupan akuatik pertama di dunia yang terbukti mampu menyebabkan penyakit mata kronis pada manusia.
Para peneliti menggunakan antibodi spesifik untuk memverifikasi partikel tersebut dan menemukan tingkat kemiripan genetik mencapai 98,96% dengan CMNV. Fenomena lompatan inang (spillover) ini menarik perhatian komunitas sains global.
Profesor Edward Holmes, ahli penyakit menular dari University of Sydney, menyatakan keterkejutannya atas kemampuan adaptasi virus ini. “Bahwa virus ini dapat menginfeksi invertebrata, ikan, dan mamalia adalah hal yang luar biasa. Saya tidak dapat membayangkan virus dengan jangkauan inang yang begitu luas,” ungkap Holmes kepada New Scientist.
POH-VAU bukan sekadar iritasi mata biasa. Penyakit ini melibatkan hipertensi okular persisten (tekanan tinggi pada bola mata) yang dipicu oleh peradangan uveitis anterior. Tekanan yang tidak terkendali ini dapat merusak saraf optik secara permanen, yang berujung pada hilangnya penglihatan total.
Temuan ini memberikan peringatan baru bagi industri kesehatan masyarakat global mengenai risiko zoonosis dari lingkungan laut yang selama ini dianggap memiliki batasan biologis yang kaku dengan manusia.






