PersonaVeritas

Letjen Robi Herbawan, Eks Ajudan Prabowo Kini Kepala BAIS

Peta intelijen pertahanan Indonesia resmi berganti nakhoda. Letjen TNI Robi Herbawan, perwira jebolan Kopassus yang pernah mendampingi Prabowo Subianto, kini dipercaya menakhodai BAIS TNI.

WWW.JERNIH.CO –  Penunjukan Letnan Jenderal (Letjen) TNI Robi Herbawan sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI menandai babak baru dalam struktur intelijen pertahanan Indonesia. Langkah ini diambil di tengah upaya penguatan organisasi dan respons terhadap dinamika keamanan strategis yang kian kompleks.

Letjen Robi Herbawan merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1994. Ia dikenal sebagai sosok yang memiliki kedekatan profesional yang panjang dengan Presiden Prabowo Subianto. Pada periode 1995 hingga 1998, Robi dipercaya menjadi ajudan Prabowo Subianto saat menjabat sebagai Danjen Kopassus.

Sebagai perwira dari korps baret merah (Kopassus), Robi memiliki fondasi tempur dan intelijen yang sangat kuat. Ia menghabiskan sekitar 12 tahun pengabdiannya di Satuan-81 Penanggulangan Teror (Sat Gultor), unit elit paling rahasia di Kopassus.

Pengalaman di unit ini membentuk spesialisasi intelijen taktis dan kemampuan operasi khusus yang menjadi modal utama dalam karir selanjutnya.

Rekam jejak Robi di dunia intelijen sangat luas, mencakup intelijen teritorial hingga intelijen strategis di tingkat kementerian. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) BAIS TNI wilayah Aceh, sebuah posisi krusial dalam memetakan stabilitas keamanan di wilayah strategis.

Sebelum menjabat Kabais, Robi menjabat sebagai Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Pertahanan (BIK Intelhan) Kemhan—sebuah badan yang mengelola informasi strategis dan pertahanan siber. Ia juga pernah menjadi Kepala Pusat Informasi Strategi Pertahanan (Pusinfostrahan) di bawah naungan Bainstrahan Kemhan.

Fokus karirnya banyak bersinggungan dengan penyediaan data intelijen langsung untuk pengambilan keputusan pertahanan negara, menjadikannya salah satu “arsitek” informasi bagi pimpinan nasional.

Letjen Robi Herbawan menggantikan Letjen Yudi Abrimantyo, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BAIS. Transisi ini menjadi sorotan publik karena terjadi setelah Letjen Yudi memilih untuk mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas keterlibatan oknum anggota BAIS dalam kasus kriminal yang melibatkan aktivis.

Penunjukan Robi dipandang sebagai langkah “bersih-bersih” dan penguatan kembali citra institusi. Dengan latar belakangnya di bidang pertahanan siber dan intelijen strategis di Kemhan, Robi diharapkan mampu mengembalikan fokus BAIS pada tugas pokoknya: memetakan ancaman militer global, evolusi teknologi persenjataan, dan perlindungan kedaulatan negara dari infiltrasi asing.

Di bawah kepemimpinan Letjen Robi Herbawan, BAIS TNI diprediksi akan melakukan transformasi besar, terutama dalam memanfaatkan pengalaman Robi di BIK Intelhan untuk memperkuat pertahanan digital.

BAIS diharapkan juga dapat menggeser paradigma dari intelijen konvensional menuju pemanfaatan teknologi informasi dan kecerdasan buatan dalam analisis strategis. Selain juga menjaga agar institusi tetap berada pada jalur mandat pertahanan dan tidak terlibat dalam isu-isu sosial-politik domestik yang di luar kewenangan militer.(*)

BACA JUGA: Kabais TNI Letjen Yudi Abrimantyo Mundur Buntut Kasus Andrie Yunus

Back to top button