Crispy

Di Tinggal Terbang Duluan Maskapai Lion Dilaporkan Dua Guru Besar Ke Polisi

BANDA ACEH-Dua Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Tan Kamelo dan Prof. Sunarmi merasa kecewa karena di tinggal terbang  Maskapai Lion Air ketika hendak kembali dari Aceh ke Kualanamu Mndan. Mereka berdua melaporkan kejadian itu ke Polresta Banda Aceh karena merasa ditipu. Mereka menganggap maskapai Lion telah menipu  karena jadwal keberangkatan pesawat yang hendak ditumpanginya tidak sesuai dengan waktu yang tertera pada  tiket yang mereka pegang.

Kejadian berawal ketika Ke dua guru besar tersebut hendak berangkat menuju bandara Kualanamu, Sumatera Utara dari bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Mereka sudah membeli tiket  dengan jadwal keberangkatan pukul 13.30 WIB dengan boarding pukul 13.00 WIB pada Senin (25/11). Namun ketika  mereka tiba di bandara Sultan Iskandar Muda tepat pukul 12.50 WIB. Mereka tidak dapat boarding karena pesawat yang hendak membawa mereka ke Kualanamu sudah berangkat pukul 12:00 WIB.

Karena mereka berdua merasa tertipu lantaran pesawat take off tidak sesuai dengan jadwal keberangkatan yang tertera di dalam tiket. Kemudian mereka melaporkan kejadian itu ke Polresta Banda Aceh.

Area Manager Lion Air Sumatera bagian Utara (Sumbagut), Juli Aspita, mengakui bahwa mereka  telah merubah jadwal penerbangan / keberangkatan pesawat yang hendak ke Kualanamu Sumut , namun sebagaimana prosedur yang telah ditentukan, para penumpang diberi pemberitahuan menggunakan Short Masager Service (SMS yang di broadcast ke nomor telepon calon penumpang yang tertera di sistem reservasi. Pemberitahuan perubahan jadwal keberangkatan melalui SMS itu juga dikirim ke nomor telepon dua guru besar USU itu.

“Iya ada perubahan jadwal keberangkatan, tapi kami sudah informasikan ke nomor telepon yang didaftarkan pada saat reservasi tiket,” ujar Juli, Kamis (28/11). “Perubahan jadwal dikarenakan alasan operasional kami”

Pihak Lian mengetahui tentang laporan kedua dosen USU ke Polisi, dan pihak Lion berupaya agar permasalahan ini dapat diselesaikan dengan proses mediasi dan damai. “Kami masih berupaya untuk bermediasi,”

(tvl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close