Crispy

Petani Lihat 7 Harimau Minta Dievakuasi, Ternyata Kerbau

Palembang – Harimau masih menjadi momok menakutkan bagi petani ladang. Di Kota Pagaralam, petani yang tengah membuka kebun cabai ketakutan melihat tujuh harimau sehingga meminta dievakuasi.

Enam petani di Dusun Mringan, Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam ini pada malam hari mengintip ada segerombolan hewan besar dari jarak 100 meter yang diyakini harimau. Karena ketakutan, kemudian mereka menelpon pemilik lahan agar dievakuasi karena takut bertemu hewan buas tersebut.

“Mereka mau jalan ke pemukiman takut berpapasan dengan harimau. Setelah diperiksa jejak-jejaknya ternyata yang dilihat enam petani tersebut merupakan sekelompok kerbau,” Staf Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA SKW Lahat, Wahid, Mingggu.

Para petani itu sudah dua bulan berada di lokasi kebun. Mereka mengakui ketakutan mendengar kabar soal keberadaan harimau di lokasi itu dalam sebulan terakhir.  Tim gabungan Polisi, TNI dan BKSDA kemudian mendatangani lokasi kebun yang berjarak 3 km dari batas wilayah hutan lindung. Kalau berjalan bisa ditempuh dalam satu jam.

Tim kemudian membawa pulang keenam petani tersebut demi keselamatan karena hutan lindung di dekat kebun itu masih termasuk kantong harimau, sehingga dimungkinkan bisa dimasuki harimau. Para petani itu untuk sementara tidak boleh mendatangi kebun.

Wahid juga mengungkapkan, setelah dicek tanda-tanda jejak oleh BKSDA, harimau yang dikira enam warga tersebut dapat dipastikan gerombolan kerbau lepas milik warga lainnya, sebab pada dasarnya harimau termasuk hewan penyendiri yang kecil kemungkinan berkelompok lebih dari tiga ekor.

Hutan lindung di Gunung Dempo memiliki luas 28.740 hektare yang berbatasan langsung dengan lahan masyarakat, perkebunan pemerintah, dan berbagai desa di Kabupaten Lahat serta Bengkulu. Warga di sekitar hutan lindung masih trauma setelah tewasnya dua petani di Lahat dan Pagaralam akibat serangan harimau satu bulan terakhir. [Zin]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close