Moron

Untuk Jadi Manusia Silver Harus Kuat Menahan Gatal

BEKASI-Pernah melihat manusia silver dipinggir jalan? Di beberapa ruas jalan kita bisa menemukan manusia silver beraksi tanpa bersuara. Ada yang berjalan ketengah jalan mendekat ke mobil sambil membawa kardus tempat sumbangan , namun ada juga yang diam tak bergerak dipinggir, untuk mengesankan dirinya sebuah patung kardusnya, sementara kardusnya ditaruH di depannya.

Kemunculan manusia silver awalnya dianggap sebagai hiburan bagi para pengguna jalan, terutama saat jalanan macet atau saat menunggu lampu hijau yang kadang lama. Keberadaan mereka mampu menggerakkan hati orang-orang untuk beramal.

Namun saat ini dirasa semakin banyak orang mencari nafkah dengan cara menjadi manusia silver. Dampaknya, orang-orang jadi kurang bersimpati. Mereka bahkan dianggap tak lebih dari pengemis.

Tak sedikit masyarakat yang menilai aksi mereka menjadi manusia silver hanya untuk menutupi identitasnya sehingga memudahkan mereka melakukan kejahatan. Hal itu dikeluhkan Saiful Tobing (34), salah satu manusia silver yang beroperasi di wilayah Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Ia menuturkan berbagai kejadian yang menimpanya saat tampil sebagai manusia silver.

“Kadang kita dikirain mau ngerampok. Terus kadang di perkampungan kita datang baik-baik, kadang kita dilempar dengan sendal,” ujar Saiful yang sering beraksi di jembatan Legenda Grandwisata, Tambun, Kabupaten Bekasi.

Para manusia silver membentuk komunitas dan mengatur penggunaan lokasi beraksi agar mereka semua mempunyai kesempatan sama. Namun mereka juga siap membantu jika ada kadang ada manusia silver lain yang membutuhkan bantuan.

“Sukanya kita bisa berbaur dengan teman-teman yang lain yang datang dari luar daerah. Kadang ada kawan dari pangkalan di luar kita yang mau minta sumbangan, kita turut bantu. Masalahnya terkadang mereka enggak mau dibantu”.

Saiful menggunakan pendapatannya untuk kebutuhan sehari-hari keluarganya. Ayahnya telah pensiun mendorongnya mengambil alih peran sebagai tulang punggung keluarga.

“Abang saya sudah nikah, jadi saya yang cari uang sekarang. Ya lumayan lah buat kebutuhan sehari-hari,” ujar Saiful.

Berikut lima fakta yang dihadapi untuk menjadi manusia silver.

-Manusia silver menggunakan cat sablon warna silver dicampur minyak tanah atau minyak goreng. Kadang dicampur sabun cuci piring untuk mendapatkan effek licin.

-Manusia silver dalam aksinya membawa kardus kadang bertuliskan sebuah yayasan amal untuk mendapatkan bantuan masyarakat.

-Manusia silver sering menahan rasa gatal selama beraksi namun lebih sering mereka abaikan demi mencari uang.

-Manusia silver juga merupakan target razia satpol PP.

-Manusia silver untuk sekali tampil membutuhkan modal Rp 30 ribu untuk membeli cat, minyak dan sabun. Sedangkan penghasilan mereka variatif antarab Rp 40 hingga Rp 100 ribu.

Hingga saat ini belum pernah mendengar ada penelitian kesehatan terhadap mereka terkait penggunaan cat sablon yang dioleskan ditubuh.

(tvl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close