POTPOURRI

Maradona Mengenang Gol ‘Tangan Tuhan’

Buenos Aires — Diego Maradona, legenda sepakbola Argentina, mengungkap cerita di balik penyebutan Gol Tangan Tuhan.

Dalam wawancara dengan Program Detras de Escena yang disiarkan platform tv streaming Argentina AFA Play, Maradona mengenang saat dirinya mencetak gol ke gawang Inggris dalam laga Piala Dunia 1986.

Maradona mengawali kenangan itu dengan menyebut pemain belakang Inggris yang punya bakat fisik, physical talent, luar biasa. “Saya menghadapi dua batu karang bernama Terry Fenwick dan Terry Butcher,” kata Maradona.

Moment Gol Tangan Tuhan dimulai ketika Maradona menyodorkan bola ke Jorge Valdano. “Saya berharap Valdano memberikan bola itu lagi di tengah kerumunan pemain belakang Inggris,” kata Maradona.

Valdano tidak memberi saya umpan, tapi Kenny Samson — yang benar adalah Steve Hodges — yang memberikan. “Itu sapuan bola liar,” ujar Maradona. “Bola melayang tinggi ke arah penjaga gawang Peter Shilton.”

Maradona melanjutkan; “Sejenak saya berpikir, saya tidak mungkin mencapai bola itu dan memasukannya ke gawang.”

“Namun saya melompat seraya mengangkat tangan di atas kepala,” kata Maradona. “Saya turun, dan saya lihat Peter Shilton kebingungan mencari bola. Saya lihat ke belakang, dan bola berada di dalam jaring.”

Menurut Maradona, yang dia lakukan setelah itu adalah berteriak; “Goal..goal…” Sergio Batista menghampiri, dan mengatakan; “Anda mencetaknya dengan tangan.”

Saya mengatakan; “Diam kau, goblok. Beri saya pelukan. Lalu semua rekan memeluku.”

Tak lama kemudian, masih menurut Maradona, Jorge Valdano datang dan mengatakan; “Jangan katakan kamu mencetak gol dengan tangan kamu.”

“Saya merespon nasehat Valdano dengan mengatakan; “Nanti saya akan beri tahu kamu. Saat ini berhentilah menasehati saya.”

Usai pertandingan, Maradona — sesuai saran Jorge Valdano — mengatakan kepada pers bahwa gol pertama ke gawang Inggris adalah Gol Tangan Tuhan.

Tidak ada penjelasan apakah Maradona menobatkan diri sebagai Tuhan sepakbola. Yang pasti ada gereja untuk memuja Maradona di Argentina.

Pada pertandingan itu, 22 Juni 1986, Maradona mencetak satu gol lagi. Gol yang dikenang sebagai paling spektakuler.

Gary Lineker mencetak satu gol balasan sebelum laga usai, dan Inggris tersingkir dari Piala Dunia 1986.
Argentina melaju sampai ke podium juara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close