Dari Umrah hingga Ritel, Jardy Perluas Bisnis dan Bidik Pasar Lansia

Ekspansi tersebut menarik karena Jardy tak sepenuhnya meninggalkan basis bisnis yang membesarkannya. Jardy Travel justru mencoba memperluas pasar perjalanan ibadah dengan memberikan perhatian khusus kepada jamaah lansia.
JERNIH– Bisnis perjalanan ibadah tampaknya tak lagi hendak menjadi satu-satunya kaki Jardy Group. Perusahaan yang bertumbuh dari layanan umrah itu mulai memperlebar bidang usaha, dari ritel hingga penyelenggaraan kegiatan, sembari membidik ceruk yang relatif spesifik: jamaah lanjut usia yang membutuhkan pendampingan kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Arah pengembangan itu mengemuka dalam Jardy Gala Dinner 2026 di Hotel Grand Travello, Kota Bekasi, Minggu (30/8/2026). Di hadapan sekitar 250 tamu, Jardy memperkenalkan dua lini usaha baru, Jardy Mart dan Jardy Event, melengkapi Jardy Travel, Jardy Bisnis Internasional, serta Yayasan Jardy Bangun Teknologi yang lebih dulu berjalan.
Founder Jardy Group Dicky Taufik Gustiawan mengatakan ekspansi tersebut merupakan bagian dari proses pengembangan perusahaan yang dibangun secara bertahap. Bersama dua founder lainnya, Jeffry dan Anriani, Dicky mengatakan Jardy berusaha mengembangkan bisnis melalui inovasi dan pengambilan keputusan yang terukur.
Ekspansi tersebut menarik karena Jardy tak sepenuhnya meninggalkan basis bisnis yang membesarkannya. Jardy Travel justru mencoba memperluas pasar perjalanan ibadah dengan memberikan perhatian khusus kepada jamaah lansia.
Direktur Utama Jardy Travel Kuldip Singh mengatakan mulai Oktober 2026 perusahaan akan menyediakan paket umrah dengan pendampingan dokter bagi jamaah lansia. Layanan tersebut disiapkan terutama untuk memberikan pendampingan kesehatan selama perjalanan sekaligus menjawab kekhawatiran keluarga yang melepas orang tua mereka menjalankan ibadah umrah.
Selama ini Jardy Travel telah memberangkatkan jamaah dari Jabodetabek, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan. Perusahaan juga membuka cabang di Garut, Jawa Barat, serta Bone, Sulawesi Selatan.
Pilihan memberi perhatian kepada jamaah berusia lanjut menjadi relevan ketika perjalanan umrah bukan semata persoalan transportasi dan akomodasi. Perjalanan panjang, perubahan cuaca, kepadatan aktivitas, serta rangkaian ibadah membutuhkan kesiapan fisik yang berbeda bagi jamaah lansia. Kehadiran pendamping kesehatan karena itu dapat menjadi salah satu pembeda dalam kompetisi bisnis perjalanan ibadah.
Di luar travel, Jardy kini mencoba memperluas ekosistem konsumennya. Jardy Mart disiapkan untuk masuk ke pemenuhan kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi ruang interaksi dengan komunitas yang telah terbentuk. Sementara Jardy Event diarahkan menangani kegiatan komunitas, edukasi, dan pertemuan. Perusahaan juga menyebut tengah menyiapkan lini usaha Jardy Emas.
Langkah itu menunjukkan strategi Jardy mempertahankan hubungan dengan konsumen setelah transaksi utama selesai. Dalam bisnis umrah, misalnya, jamaah yang telah kembali ke Tanah Air tetap dihimpun dalam komunitas alumni dan dilibatkan dalam sejumlah kegiatan perusahaan.
Swary Utami Dewi dari Jardy Group mengatakan pengembangan berbagai lini tersebut diarahkan untuk membentuk ekosistem usaha yang lebih inklusif dan melibatkan pelaku UMKM. “Yang kami bangun bukan hanya pertumbuhan bisnis, tetapi ekosistem yang memungkinkan lebih banyak pihak ikut tumbuh,” kata Swary.
Gala Dinner itu sekaligus menjadi penanda strategi baru Jardy: mengubah basis pelanggan perjalanan ibadah menjadi komunitas yang dapat menopang berbagai lini bisnis. Strategi tersebut tentu masih harus diuji pasar. Sebab membuka banyak pintu bisnis relatif mudah; tantangan sebenarnya adalah memastikan setiap pintu itu menuju usaha yang sehat, berkelanjutan, dan benar-benar dibutuhkan masyarakat. []





