Adolescence, Sensasi Netflix yang Menang 8 Emmy Awards

Adolescence, serial limited Netflix yang dirilis Maret 2025, memenangkan 8 Emmy Awards 2025, termasuk Outstanding Limited Series, Lead Actor untuk Stephen Graham, dan Supporting Actor untuk Owen Cooper, berkat teknik penyutradaraan one-shot inovatif dan cerita mendalam tentang dampak smartphone pada remaja.
JERNIH – Netflix sekali lagi membuktikan dominasinya dengan merilis Adolescence pada Maret 2025. Serial limited ini, yang terdiri dari empat episode, langsung menjadi fenomena global, memicu diskusi panas tentang dampak smartphone pada remaja dan dinamika keluarga di era digital. Dibintangi oleh aktor karismatik Stephen Graham sebagai ayah yang berjuang, serial ini mengisahkan Jamie Miller (Owen Cooper), seorang remaja 13 tahun yang ditangkap atas tuduhan pembunuhan teman sekolahnya, Katie.

Dengan gaya penyutradaraan inovatif yang membuat setiap episode difilmkan dalam satu take panjang (real-time one-shot), Adolescence bukan hanya hiburan, tapi juga cerminan menyakitkan tentang krisis remaja modern. Tak heran jika serial ini menyabet 8 Penghargaan Emmy di ajang ke-77 Primetime Emmy Awards 2025, mengalahkan saingan berat seperti The Penguin dan Black Mirror.
Adolescence memulai perjalanan awards-nya dengan 13 nominasi, termasuk untuk kategori utama limited series. Pada akhirnya, serial ini pulang membawa delapan trofi bergengsi, menjadikannya salah satu pemenang terbesar malam itu. Berikut daftar lengkapnya berdasarkan hasil Emmy 2025:
Outstanding Limited or Anthology Series: Serial ini dinobatkan sebagai limited series terbaik, mengungguli Black Mirror dan Monsters: The Lyle and Erik Menendez Story.

Outstanding Lead Actor in a Limited or Anthology Series or Movie: Stephen Graham memenangkan untuk perannya sebagai Eddie Miller, ayah Jamie yang hancur secara emosional.
Outstanding Supporting Actor in a Limited or Anthology Series or Movie: Owen Cooper, yang baru berusia 15 tahun saat menerima award, menjadi pemenang pria termuda dalam sejarah kategori ini untuk perannya sebagai Jamie.

Outstanding Supporting Actress in a Limited or Anthology Series or Movie: Erin Doherty meraih trofi untuk perannya sebagai polisi yang menyelidiki kasus, membawa kedalaman emosional yang luar biasa.
Outstanding Directing for a Limited or Anthology Series or Movie: Philip Barantini, sutradara yang juga berkolaborasi dengan Graham di Boiling Point, diakui atas teknik one-shot yang inovatif.
Outstanding Writing for a Limited or Anthology Series or Movie: Jack Thorne dan Stephen Graham memenangkan untuk skenario yang tajam dan mendalam.
Outstanding Cinematography for a Limited or Anthology Series or Movie: Matthew Lewis dihormati atas pekerjaannya pada Episode 2, yang menangkap ketegangan real-time dengan sempurna.

Outstanding Casting for a Limited or Anthology Series or Movie: Shaheen Baig mendapatkan pengakuan atas pemilihan aktor yang brilian, terutama debut Cooper.
Kemenangan ini tidak hanya menegaskan kualitas produksi, tapi juga dampak budaya serial ini, yang bahkan memicu perdebatan di Inggris tentang regulasi smartphone untuk anak-anak.
Apa yang membuat Adolescence begitu istimewa? Pertama, teknik penyutradaraan one-shot adalah keunggulan utama. Setiap episode berlangsung seperti satu pengambilan gambar panjang tanpa potongan, menciptakan rasa urgensi dan imersi yang jarang ditemui di TV.

Ini mirip dengan Boiling Point (2021), tapi ditingkatkan untuk mengeksplorasi tema yang lebih gelap: bagaimana media sosial dan tekanan remaja bisa mendorong kekerasan. Hasilnya, penonton merasa seperti saksi langsung atas kehancuran keluarga Miller, dari penangkapan Jamie hingga konfrontasi emosional di kantor polisi.
Kedua, penampilan aktor yang luar biasa. Stephen Graham, seperti biasa, menghadirkan intensitas yang mentah sebagai orang tua yang putus asa, sementara Owen Cooper—debutan tanpa pengalaman akting profesional—mencuri perhatian dengan potretannya atas Jamie yang rapuh dan kompleks. Erin Doherty menambahkan lapisan ketegangan sebagai detektif yang empati tapi tegas. Dukungan dari Christine Tremarco dan Ashley Walters sebagai ibu dan saudara membuat dinamika keluarga terasa autentik dan menyentuh.
Ketiga, tema relevan dan skenario cerdas. Ditulis oleh Jack Thorne (penulis His Dark Materials), serial ini menggali isu seperti bullying online, akses anak ke senjata, dan kegagalan sistem pendidikan tanpa terasa preachy. Diproduksi oleh Warp Films, Matriarch Productions, dan Plan B (milik Brad Pitt), serial ini juga unggul dalam produksi: syuting di lokasi nyata di Yorkshire, Inggris, menambah realisme. Secara keseluruhan, rating kritisnya mencapai 98% di Rotten Tomatoes, dengan pujian atas atmosfer mencekam dan pesan sosial yang mendalam.
Di era di mana anak-anak semakin terpapar konten berbahaya online, serial ini menjadi pengingat menyakitkan tentang konsekuensi nyata—tanpa solusi mudah, tapi dengan harapan melalui dialog keluarga.
Dengan durasi singkat (empat episode masing-masing sekitar 60 menit), ini sempurna untuk marathon akhir pekan. Kemenangan 8 Emmy-nya membuktikan kualitasnya, dan sebagai serial limited, Anda tidak perlu khawatir tentang musim panjang yang bertele-tele. Adolescence bukan sekadar film; ini adalah cermin masyarakat yang akan membuat Anda terjaga malam-malam.(*)
BACA JUGA: The Conjuring : Last Rites, Perpisahan Emosional dan Pendapatan Memukau






