
Bukan Nolan namanya kalau tak berambisi mencetak box office. Seperti “The Oddysey”, mahakarya 3 jam Christopher Nolan yang resmi “berlayar” di bioskop demi mengejar rekor “Oppenheimer”.
WWW.JERNIH.CO – Satu tahun setelah tiket pertunjukan di studio IMAX 70mm terjual habis dalam sekejap, karya terbaru Christopher Nolan bersama Universal Pictures akhirnya resmi berlayar. Menjadi suksesor dari magnum opus pemenang multi-Oscar, “Oppenheimer”, film terbarunya yang bertajuk “The Odyssey” siap membawa penonton ke dalam sebuah pelayaran sinematik yang megah, menantang, dan tak tertandingi.
Kendati minggu lalu Disney mencatat proyeksi fantastis untuk debut global animasi Moana sebesar Rp2,34 triliun berkat data pelacakan penonton yang masif, para pengamat industri meyakini bahwa adaptasi puisi epik Homer garapan Nolan ini tidak akan mudah tenggelam oleh godaan kompetitor. Penonton dipastikan tidak akan tertahan di pulau terpencil oleh pesona Calypso; mereka justru bersiap mengantre demi sebuah pengalaman menonton yang sakral.

Pertanyaan besarnya kini bukan lagi apakah film ini akan sukses, melainkan seberapa jauh “The Odyssey” mampu melampaui target box office-nya sendiri. Jika ada penonton yang menahan diri, itu semata-mata karena mereka menunggu waktu yang tepat untuk menyaksikannya di layar IMAX—format asli saat film ini direkam dan media terbaik untuk menikmatinya secara utuh.
Langkah film ini di pekan kedua dipastikan berjalan mulus tanpa hambatan berarti. Tidak ada rilisan skala besar dari studio mayor lain yang berani menantang keperkasaan “The Odyssey” serta jajaran kasta tertinggi bintang Hollywood-nya macam Matt Damon, Robert Pattinson, Zendaya, Tom Holland, Anne Hathaway, Jon Bernthal, hingga Lupita Nyong’o.
Saat ini, rumor industri memproyeksikan pendapatan domestik (AS dan Kanada) di pekan pembuka akan menyentuh angka Rp1,53 triliun hingga Rp1,80 triliun. Angka tersebut diperkuat oleh prediksi pasar internasional sebesar Rp1,98 triliun dari 73 wilayah di 22.700 layar, menjanjikan awal global yang spektakuler melampaui Rp3,60 triliun.
Universal menerapkan strategi distribusi yang serupa dengan peluncuran “Oppenheimer”, meskipun kali ini Italia dan Yunani akan merilis film secara serentak (berbeda dengan rilisan akhir Agustus pada film sebelumnya).
Pasar Asia seperti Korea, Jepang, dan Cina baru akan menyusul kemudian. Sebagai perbandingan, “Oppenheimer” dahulu membuka layarnya di 17.500 bioskop internasional dengan meraup Rp1,77 triliun, mencatat awal global sebesar Rp3,26 triliun sebelum akhirnya dinobatkan sebagai Film Terbaik di ajang Oscar.
Bedanya, jika dulu Nolan harus berbagi panggung dengan fenomena budaya Barbie milik Warner Bros, akhir pekan ini “The Odyssey” melenggang sendirian sebagai penguasa tunggal bioskop tanpa kompetitor studio besar baru.
Namun, tantangan eksternal justru datang dari lapangan hijau. Di Inggris—salah satu pasar paling menguntungkan bagi Nolan—perhatian publik terbagi oleh pertandingan semifinal Piala Dunia antara Inggris dan Argentina pada hari Rabu.
Para analis meyakini penonton tetap akan membanjiri bioskop di luar hari pertandingan. Terlebih lagi, antusiasme penonton telah terkunci lewat tiket yang terjual habis sejak setahun lalu di empat bioskop IMAX 70mm terkemuka di Eropa, termasuk BFI IMAX London dan London Science Museum, serta Melbourne Museum IMAX di Australia dan Oskar IMAX Plaza di Praha.
Sebagai catatan, “Oppenheimer” dahulu mengantongi Rp250,2 miliar pada pekan pembukaannya di Inggris dan terus melaju hingga melampaui Rp1,35 triliun.
Dulu kisah pembuatan bom atom yang dibintangi Cillian Murphy tersebut mendulang pendapatan tertinggi dari wilayah Inggris, Cina (Rp1,11 triliu), Jerman (Rp948,6 miliar), Prancis (Rp777,6 milar), Italia (Rp558 miliar), dan Australia (Rp534,6 miliar).
Nah, ekspektasi serupa dibebankan pada “The Odyssey” untuk kembali merajai Inggris, Prancis, dan Italia. Asa tinggi juga digantungkan pada pasar India, yang sebelumnya menyumbang Rp342 miliar untuk “Oppenheimer”. Demi memperkuat gaung ini, Nolan, Damon, dan Holland bahkan sempat melakukan tur promosi ke Mumbai, melengkapi helatan premier dunia di London dan Paris, sebelum ditutup dengan premier AS di New York malam ini bertepatan dengan dicabutnya embargo ulasan media.
Film berdurasi tiga jam dengan rating dewasa ini mulai berlayar di Amerika Serikat pada hari Kamis melalui penayangan awal pukul 14.00. Mengingat tingginya penjualan format layar lebar, muncul pertanyaan mengenai seberapa padat konsentrasi penonton di hari-hari pertama.
Sumber luar menyatakan bahwa penjualan tiket awal sangat masif, berkisar antara Rp540 miliar hingga Rp720 miliar. Sebagai pembanding, “Wicked: For Good” melampaui Rp1,08 triliun dan “Deadpool & Wolverine” mencatat Rp900 miliar. Namun, angka penjualan “The Odyssey” tersebut tersebar hingga hari Senin dan Selasa, menunjukkan bahwa penonton rela mengantre demi mendapatkan kursi terbaik di waktu tayang yang paling ideal daripada memaksakan diri menonton di akhir pekan dengan kursi seadanya.

Bahkan jika pun “The Odyssey” mendarat di batas bawah angka proyeksinya, yaitu Rp1,53 triliun, hal tersebut bukan masalah besar. Kekuatan utama film Nolan terletak pada ketahanan jangka panjangnya di bioskop. Sejarah mencatat bagaimana penayangan domestik film-film Nolan melesat jauh dari pekan pembukaannya.
Sebut saja “Oppenheimer” yang berhasil melipatgandakan pendapatan hingga 4x lipat (dari pembukaan Rp1,48 triliun menjadi total Rp5,94 triliun domestik). Kemudian “Dunkirk” melesat 3,75x lipat (dari pembukaan Rp909 miliar menjadi Rp3,41 triliun domestik).
Ada fakta unik dan menyenangkan di balik perilisan film ini. Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah modern box office di mana dua bintang besar yang berstatus suami-istri—Zendaya dan Tom Holland—membintangi dua film blockbuster yang rilis berurutan dalam waktu satu bulan.
Meskipun beradu akting di “The Odyssey”, mereka akan kembali mengguncang bioskop lewat film Sony/Marvel Studios, “Spider-Man: Brand New Day” pada 31 Juli mendatang.
Secara akumulatif, mahakarya Nolan termasuk “Oppenheimer”, “Tenet”, “Dunkirk”, “Interstellar”, “Inception”, dan trilogi “The Dark Knight” telah mendulang lebih dari Rp108 triliun di box office global, serta memenangkan 18 Piala Oscar dari 49 nominasi.(*)
BACA JUGA: Oppenheimer tak Dilarang di Jepang, tapi Sudikah Penduduk Hiroshima dan Nagasaki Nonton Film Itu





