Ancaman ‘Neraka’ Trump: Iran Diberi Tenggat Hingga Besok untuk Buka Selat Hormuz

JERNIH – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras dan profan terhadap Iran pada Minggu Paskah (5/4/2026). Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi dan transportasi Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali pada hari Selasa mendatang.
Ketegangan ini merupakan eskalasi terbaru dari perang yang pecah sejak 28 Februari lalu, yang kini telah melumpuhkan ekonomi global akibat blokade jalur distribusi minyak dan gas paling vital di dunia tersebut.
Melalui unggahan di media sosial yang dipenuhi kata-kata kasar, Trump menegaskan bahwa AS tidak akan menoleransi lebih lama aksi Iran yang mencekik arus lalu lintas kapal di Hormuz.
“Buka Selat itu, atau kalian akan hidup di neraka,” tulis Trump. Ia bahkan secara spesifik menetapkan hari Selasa sebagai target serangan. “Selasa akan menjadi ‘Hari Pembangkit Listrik’ dan ‘Hari Jembatan’ di Iran. Tidak akan ada yang menandinginya!” tegasnya.
Meski melontarkan ancaman maut, Trump mengatakan kepada Fox News bahwa dirinya masih melihat “peluang bagus” bagi Iran untuk menyetujui kesepakatan damai pada hari Senin, sebelum tenggat waktu tersebut berakhir.
Peringatan Trump muncul setelah Iran kembali melancarkan serangan terhadap infrastruktur kritis di negara-negara tetangga Teluk pada hari Minggu. Kerusakan dilaporkan terjadi pada fasilitas sipil di Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Kuwait.
Selain itu, kelompok bersenjata pro-Iran juga menyerang situs diplomatik AS di Irak. Sementara di Lebanon, serangan udara Israel terus berkecamuk sebagai balasan atas aksi kelompok Hizbullah, yang dilaporkan menewaskan satu keluarga berisi enam orang di Kfar Hatta saat hendak mengevakuasi diri.
Situasi semakin genting setelah serangan di dekat pembangkit nuklir Bushehr, Iran, menewaskan seorang penjaga pada Sabtu lalu. Rusia, yang mengelola fasilitas tersebut, segera mengevakuasi 198 pekerjanya dan mengecam serangan itu.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa serangan lanjutan terhadap Bushehr dapat memicu kebocoran radioaktif. Mengingat lokasi geografisnya, Araghchi menyebut dampak radioaktif justru akan “mengakhiri kehidupan di ibu kota negara-negara Teluk (GCC), bukan Teheran,” karena jaraknya yang lebih dekat ke Kuwait, Bahrain, dan Qatar.
Perang ini membayangi perayaan Minggu Paskah di seluruh kawasan. Di Yerusalem, suasana sunyi menyelimuti Kota Tua setelah otoritas Israel membatasi akses ke Gereja Makam Kudus karena alasan keamanan.
Dari Vatikan, Paus Leo XIV dalam pesan Paskahnya mendesak mereka yang memiliki kekuatan untuk menyulut perang agar segera “memilih perdamaian” dan mengkritik ketidakpedulian dunia terhadap ribuan nyawa yang melayang.






