Arne Slot Terancam, Xabi Alonso Jadi Incaran Utama

Menang gelar musim lalu, terpuruk musim ini. Dengan rekor 17 kekalahan dan pertahanan yang bocor, masa depan Arne Slot di Liverpool kini di ujung tanduk. Manajemen mulai melirik Xabi Alonso untuk mengembalikan stabilitas dan mentalitas juara yang hilang.
WWW.JERNIH.CO – Liverpool berada di persimpangan jalan yang krusial. Setelah menjuarai Premier League musim 2024/2025, performa tim di bawah asuhan Arne Slot pada musim 2025/2026 justru mengalami penurunan drastis, memicu spekulasi kencang mengenai masa depan sang manajer dan kembalinya sosok legendaris, Xabi Alonso, ke Anfield.
Meskipun Arne Slot berhasil mempersembahkan gelar Liga Inggris ke-20 bagi Liverpool pada musim debutnya (2024/2025), musim keduanya berjalan sangat terjal. Ketidakpuasan manajemen bukan tanpa alasan; investasi besar-besaran senilai hampir 450 juta pounds pada musim panas lalu—termasuk memecahkan rekor transfer Inggris untuk Alexander Isak seharga 125 juta pounds—belum membuahkan trofi apa pun di musim 2025/2026.
Hingga Mei 2026, performa The Reds di bawah asuhan Slot menunjukkan penurunan konsistensi yang signifikan. Sepanjang musim 2025/2026, Liverpool di bawah asuhan Arne Slot menunjukkan performa yang kurang stabil dengan catatan 28 kemenangan, 8 hasil imbang, dan 17 kekalahan di semua kompetisi.
Meski berhasil mengamankan peringkat keempat di Premier League, tim ini gagal meraih trofi setelah perjalanan mereka di FA Cup terhenti secara menyakitkan di babak perempat final akibat kekalahan telak 0-4 dari Manchester City. Hal serupa terjadi di panggung Eropa, di mana langkah The Reds di Liga Champions juga harus kandas di babak delapan besar, sehingga target juara musim ini resmi sirna.
Masalah utama yang menghambat kesuksesan tim terletak pada ketimpangan antara lini serang dan lini pertahanan. Walaupun Liverpool tampil tajam dengan torehan 95 gol, gawang mereka kebobolan sebanyak 69 kali, sebuah angka yang sangat tinggi bagi klub pemburu gelar. Sektor pertahanan pun dianggap sebagai titik terlemah yang paling krusial, memicu spekulasi bahwa manajemen klub mulai mempertimbangkan pergantian manajer demi memperbaiki koordinasi taktis dan mengembalikan soliditas tim di musim mendatang.
Sektor pertahanan ini menjadi rapor merah paling mencolok. Liverpool hanya mencatatkan satu clean sheet dalam tujuh laga kandang terakhir.
Meski Slot mengklaim ini adalah “periode tersulit dalam kariernya,” manajemen klub mulai menunjukkan tanda-tanda “sebal” karena gaya permainan tim dianggap kehilangan identitas intensitas tinggi yang selama ini melekat pada Liverpool.
Melihat kondisi skuad Liverpool saat ini yang telah menghabiskan dana besar untuk pemain kreatif namun rapuh di belakang (kebobolan 69 gol), Xabi Alonso terlihat sebagai pilihan yang lebih logis.
Alasannya tak lain untuk memperbaiki pertahanan melalui sistem. Masalah Liverpool di bawah Slot adalah pertahanan yang terbuka. Alonso memiliki kemampuan untuk membangun sistem perlindungan lini tengah yang lebih kokoh, yang secara otomatis akan melindungi duet bek tengah Liverpool.
Skuad Liverpool saat ini memiliki banyak gelandang teknis. Gaya operan pendek dan kontrol area milik Alonso akan memaksimalkan potensi pemain-pemain tersebut dibandingkan gaya Slot yang seringkali melompati lini tengah melalui bola panjang.
Xabi Alonso memiliki reputasi mampu mengubah tim “underdog” (Leverkusen) menjadi juara liga tanpa kalah. Mentalitas taktis yang tenang namun mematikan ini sangat dibutuhkan Liverpool untuk bersaing dengan Manchester City yang sangat dominan.
Akankah Alonso tertarik? (*)
BACA JUGA: Menanti ‘The Last Dance’ Xabi Alonso di Anfield






