Crispy

Bagaimana Serangan AS Terpadap Venezuela Terjadi?

  • Oposisi Venezuela, yang bertahan-tahan bekerja atas perintah AS, menyatakan belum akan berkomentar.
  • Presiden Argentina Javier Milei bersorak sorai merayakan kemenangan serangan AS.

JERNIH — AS, Sabtu 3 Januari, melancarkan serangan mendadak ke Venezuela dan — menurut Presiden AS Donald Trump — Presiden Nicolas Maduro dan istrinya; Cilia Flores. Berikut yang perlu diketahui tentang serangan itu.

Bagaimana serangan terjadi?

Satu 3 Januari sekitar pukul 02:00 waktu setempat beberapa ledakan terdengar di beberapa titik di Caracas, ibu kota Venezuela. Seorang pejabat pemerintah AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan ledakan itu adalah pemboman yang dilakukan atas perintah Gedung Putih.

Dua jam kemudian Presiden AS Donald Trump memposting pesan di platform Truth Social, yang mengkonfirmasi serangan skala besar yang ia perintahkan terhadap Venezuela, dan mengumumkan akan memberikan detail lebih lanjut pada pukul 11:00 pagi.

Presiden Kolombia Gustavo Petro memposting daftar lokasi yang dibom di media sosial. Salah satunya yang dibom adalah Cuartel de la Montana di Caracas, tempat pangkalan militer yang menyimpan musoleum Hugo Chavez, pendahulu Maduro. Situs ini dianggap paling sakral bagi Chavismo, atau pengikuti Hugo Chavez.

Petro juga menyebut Istana Legislati Federal, beberapa bandara, berbagai titik di Caracas, dan empat pangkalan militer, yang dibom AS. Pusat kota Caracas, tulis Petro, mengalami pemadaman listrik.

Di mana Maduro?

Nicolas Maduro dan Cilia Flores, suami-istri yang mengendalikan Venezuela, ditangkap pasukan AS dan diterbangkan ke luar negeri, demikian pernyataan Trump. Sebelum pernyatan Trump keluar, Venezuela menyatakan keadaan darurat dan menyeru seluruh warga membela negara.

“Presiden Maduro telah menandatangani dan memerintahkan pelaksanaan dekrit yang menyataan keadaan darurat di seluruh wilayah nasional, untuk melindungi hak=hak penduduk, berfungsinya lembaga-lembaga republik secara penuh, dan segera beralih ke perjuangan bersenjata,” demikian pernyataan resmi pemerintah Venezuela. “Seluruh negeri harus dimobilisasi untuk mengalahkan agresi imperialis.”

Pernyataan resmi itu, yang tidak menyebut adanya korban tewas, mengatakan bahwa serangan terajdi terhadap lokasi sipil dan militer di negara bagian Miranda, Aragua, La Guaira, dan Caracas. Pernyataan juga memerintahkan pengerahan komando untuk pertahanan komprehensif. Tujuan serangan ini tidak lain untuk merebut sumber daya stragegis Venezuela, khususnya minyak dan mineral.

Apa kata oposisi Venezuela?

Oposisi Venezuela adalah kelompok bokena AS. Mereka berada di pengasingan. Sumber-sumber yang dekat dengan kelompok oposisi mengatakan bahwa mereka tidak berencana berkomentar tentang agersi militer AS dan menunggu informasi lebih lanjut.

“Saat ini belum ada pernyataan resmi mengenai peristiwa yang dilaporkan di Venezuela,” kata juru bicara pemimpin oposisi Maria Corina Machado dan Edmundo Gonzales Urrutia.

Bagaimana Tanggapan Negara Lain?

Presiden Kolombia Gustavo Petro mengutuk agresi AS terhadap Venezuela dan mendesak semua pihak menahan eskalasi. Ia juga menyerukan pertemuan PBB yang mendesak. Rezim Iran mengutuk keras operasi ilegal AS terhadap Venezuela. Pemerintah Kuba menuntut tanggapan mendesak dari komunitas internasional.

“Terorisme negara terhadap rakyat Venezuela yang berani dan terhadap Amerika kita,” tulis Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel di media sosial. Mantan Presiden Bolivia Evo Morales mengatakan Venezuela tidak sendirian.

Presiden Argentina Javier Milei bersorak sorai merayakan kemenangan serangan AS dan penangkapan Maduro. “Hidup kebebasan,” tulisnya di media sosial.

Kemenlu Spanyol menyerukan de-eskalasi dan moderasi, serta mendesak semua pihak selalu bertindak sesuai hukum internasional dan prinsip piagam PBB.

Back to top button