Crispy

Cincin Mahkota Rapper Legendaris Tupac Shakur Dilelang dan Terjual Rp 15 Miliar

  • Cincin itu menjadi artefak hip-hop paling berharga yang pernah dilelang.
  • Cincin itu mencerminkan manifesto politik filsuf Italia abad ke-16 Niccolo Machiavelli.

JERNIH — Cincin mahkota emas, ruby, dan berlian, yang dikenakan legenda rap Tupac Shakur pada penampilan publik terakhirnya, Selasa 25 Juli 2023, dilelang dan terjual satu juta dolar AS atau Rp 15 miliar.

Balai Lelang Sotheby’s mengatakan cincin itu menjadi artefak hip-hop paling berharga yang pernah dijual. Perkiraan semua menyebutkan cincin hanya akan terjual antara 200 ribu sampai 300 ribu dolar AS, atau Rp 3 miliar sampai Rp 4,5 miliar.

Tupac Shakur mengenakan cincin itu pada penampilan terakhirnya di MTV Video Music, 4 September 1996. Sembilan hari kemudian, tepatnya 13 September 1996, Shakur ditembak penyerang tak dikenal di Las Vegas dan tewas pada usia 25 tahun.

Sotheby’s mengatakan Shakur, yang populer dengan hits California Love, mendesain cincin itu selama beberapa bulan. Yaasmyn Fula, ibu baptis yang turut mendesain cincin itu, menjual artefak hip-hop itu ke seseorang.

Bagi sedikit orang, terutama yang mengenal Shakur, cincin itu bukan sekedar hiasan mewah yang pernah dikenakan sang penyanyi. Cincin itu mencerminkan manifesto politik filsuf Italia abad ke-16 Niccolo Machiavelli.

Shakur membaca The Prince, buku terkenal karya Machiavelli, saat berada di penjara atas tuduhan pelecehan seksual. Dia meniru desain mahkota raja-raja Eropa abad pertengahan.

Di bawah cicin tertera ukiran ‘Pac & Dada 1996’. Dada merujuk pada Kidada Jones, pacar Shakur.

Cincin itu berupa lingkaran emas bertahta batu rubi cabochon yang diapit dua berlian berpotongan aspal di atas pita emas yang juga bertahta berlian.

Penjualan sepanjang Selasa 25 Juli adalah bagian dari lelang khusus hip-hop untuk menandai 50 tahun kelahiran genre musik itu, yang jatuh Agustus tahun ini. Shakur adalah salah satu rapper terhebat sepanjang masa dengan penjualan 75 juta copy rekaman.

Dia adalah tokoh sentral dalam skena hip-hop Pantai Barat AS yang berbasis di Los Angeles. Ia menjalin perseteruan tak berkesudahan dengan rapper saingannya dari Pantai Timur yang berpusat di New Yrok.

Shakur adalah korban kejahatan sempurna. Pembunuhnya tak pernah tertangkap. Yang berkembang selama bertahun-tahun adalah teori tentang siapa yang bertanggung jawab, tapi polisi tak pernah bisa membuktikannya.

Pembunuhan Shakur diikuti penembakan rapper Pantai Timur Christopher ‘The Notorius BIG’ Wallace. Banyak yang percaya saling bunuh rapper itu adalah bagian persaingan bisnis dua label musik; Death Row di Los Angeles dan Bad Boy Entertainment di New York.

Namun, sejarawan musik mengatakan perseteruan itu dibesar-besarkan untuk alasan komersial. Dalam kalimat lain, saling bunuh itu adalah bagian sempurna rencana bisnis dua perusahaan besar.

Pekan lalu, polisi Las Vegas menggeledah sebuah rumah sebagai bagian penyelidikan terhadap pembunuhan Shakur. Artinya, polisi AS belum berhenti menyelidiki kasus kematian Shakur.

Tupac Shakur mungkin akan selalu dikenang sebagai korban paling mengenaskan persaingan bisnis rekaman sebelum kemunculan era digital.

Back to top button