Crispy

Dewan Masjid Indonesia Provinsi NTB Tolak Rencana Kedatangan Menteri Agama

Sejak pernyataan itu menjadi bahan polemik, kontroversi bahkan kegaduhan dengan munculnya pernyataan dari beberapa politisi serta pimpinan organisasi kemasyarakatan yang justru malah memperkeruh suasana, tak sedikit pihak yang meminta Presiden segera mengganti Menteri Agama dengan sosok yang lebih teduh, damai dan pernyataannya menyejukkan.

JERNIH-Imbas pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menganalogikan kumandang Adzan dengan gonggongan anjing masih terus terasa. Setelah Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) mengharamkan Yaqut menginjakkan kakinya di Tanah Minang, kini giliran Dewan Masjid Indonesia Provinsi NTB yang menolak kedatangan pentolan GP Ansor itu ke wilayah sana.

Memang, dalam beberapa hari kedepan seperti diberitakan Suara, Yaqut dijadwalkan akan mengunjungi NTB. Namun lantaran pernyataan analogi yang dilontarkan Yaqut beberapa hari lalu, penolakan terkait kedatangannya pun lantang disuarakan.

Soalnya, menurut Ketua Dewan Masjid Indonesia Provinsi NTB, Lalu Winengan, pihaknya sangat kecewa dengan perumpaan yang dinyatakan Menteri Agama terkait kumandang Adzan. Sebagai bentuk penolakan, dia pun meminta seluruh masjid di Provinsi itu mengeraskan volume Adzan.

Selanjutnya, dia juga mewanti-wanti Presiden Jokowi agar segera mengambil tindakan atas polemik dan kegaduhan yang lahir sebagai imbas dari pernyataan anak buahnya itu.

“Saya instruksikan semua masjid untuk memperbesar suara azan, apalagi menyambut bulan Ramadan,” katanya pada Senin (28/2).

“Teman-teman agama lain kami, tidak pernah melarang. Tetapi perumpamaannya itu yang sangat keliru,” kata Lalu melanjutkan.

Sejak pernyataan itu menjadi bahan polemik, kontroversi bahkan kegaduhan dengan munculnya pernyataan dari beberapa politisi serta pimpinan organisasi kemasyarakatan yang justru malah memperkeruh suasana, tak sedikit pihak yang meminta Presiden segera mengganti Menteri Agama dengan sosok yang lebih teduh, damai dan pernyataannya menyejukkan.

“Kalau Presiden Jokowi tidak segera menindak, pada hari Rabu atau Selasa dia (Gus Yaqut) datang, maka kita sama-sama menolak dia datang ke wilayah kita ini.” tegasnya.[]

Back to top button