El Mencho sang Gembong Narkoba Meksiko Tewas

Lewat gabungan tim pemburu dari kepolisian Meksiko bersama DEA AS, operasi militer dilakukan secara brutal. Ia target terakhir setelah anak dan istrinya ditangkap lebih dulu.
WWW.JERNIH.CO – Kematian Nemesio Oseguera Cervantes, yang lebih dikenal dengan julukan “El Mencho”, menandai berakhirnya era salah satu gembong narkoba paling brutal dalam sejarah modern Meksiko.
Pemimpin Cártel de Jalisco Nueva Generación (CJNG) ini dilaporkan tewas pada Minggu, 22 Februari 2026, dalam sebuah operasi militer skala besar yang mengubah wilayah Jalisco menjadi medan perang.
Nemesio Oseguera Cervantes lahir pada 17 Juli 1966 di Aguililla, Michoacán. Berbeda dengan citranya yang ditakuti, ia tumbuh di keluarga petani alpukat yang miskin. Ia putus sekolah saat kelas 5 SD dan mulai bekerja sebagai penjaga ladang ganja di usia 14 tahun.
Pada akhir 1980-an, ia sempat merantau secara ilegal ke Amerika Serikat dan bekerja sebagai pengedar narkoba di San Francisco sebelum akhirnya dideportasi. Sekembalinya ke Meksiko, ia sempat bekerja sebagai petugas polisi di Cabo Corrientes, Jalisco.
Namun, sisi gelapnya menang; ia keluar dari kepolisian dan bergabung dengan Kartel Milenio. Pada tahun 2009, setelah perpecahan internal di kartel lamanya, ia mendirikan CJNG yang kemudian berkembang menjadi organisasi paramiliter paling ditakuti di dunia.
El Mencho sering disebut sekelas dengan gembong legendaris seperti Joaquín “El Chapo” Guzmán atau bahkan Pablo Escobar. Bedanya, El Mencho jauh lebih disiplin, tertutup, dan menerapkan taktik militer yang jauh lebih agresif.
Pemerintah AS memperkirakan kekayaan bersih El Mencho mencapai lebih dari Rp15,7 triliun. Pendapatannya berasal dari dominasi pasar kokain, metamfetamin, dan yang paling mematikan, fentanyl. Bisnisnya tidak hanya di Meksiko, tetapi merambah ke lima benua, mulai dari Amerika, Eropa, hingga Asia dan Australia.

Pendidikan El Mencho sangat minim; ia hanya mengenyam pendidikan dasar (SD). Namun, ia dikenal memiliki kecerdasan taktis dalam mengelola organisasi kriminalnya. Dalam hal keluarga, istrinya, Rosalinda González Valencia, berasal dari keluarga pengedar narkoba “Los Cuinis” yang mengelola aspek finansial kartel. Anak-anaknya, Rubén Oseguera González (“El Menchito”) dan Jessica Johanna Oseguera, keduanya telah ditangkap dan diekstradisi ke Amerika Serikat sebelumnya.
Kematian El Mencho bukanlah hasil dari penyergapan kebetulan, melainkan operasi intelijen terpadu antara militer Meksiko dan bantuan informasi dari otoritas Amerika Serikat (DEA).
Operasi dimulai pada dini hari di wilayah pegunungan Tapalpa, Jalisco, tempat yang diduga menjadi persembunyian El Mencho selama bertahun-tahun untuk menghindari deteksi karena kondisi kesehatannya yang dikabarkan menderita penyakit ginjal kronis.
Pasukan khusus militer dan Garda Nasional mengepung sebuah safe house yang dijaga ketat oleh tentara bayaran profesional. Dalam operasi tersebut, terjadi baku tembak menggunakan senjata kaliber tinggi dan peluncur granat. El Mencho dilaporkan terluka parah dalam serangan udara dan darat tersebut. Ia dinyatakan tewas saat dalam perjalanan medis menuju Mexico City.
Segera setelah kabar kematiannya tersebar, anggota CJNG melancarkan aksi balasan dengan membakar kendaraan, memblokade jalan-jalan utama di Guadalajara, dan menyerang fasilitas umum sebagai bentuk protes dan intimidasi.
Pemerintah AS sebelumnya telah menetapkan hadiah sebesar US$15 juta bagi siapa pun yang bisa memberikan informasi penangkapannya. Dengan tewasnya El Mencho, peta kekuatan narkoba di Meksiko diprediksi akan mengalami guncangan hebat dan perebutan kekuasaan internal yang berdarah.(*)
BACA JUGA: AS Serang Venezuela, Tangkap Presiden Nicolas Maduro dan Istri






