Feisal Hamka, Sosok di Balik Gurita Jalan Tol yang Kini Kuasai Saham CMNP

Berbeda dengan sang ayah yang tampil di depan layar, Feisal Hamka diam-diam memperkokoh kendali atas CMNP melalui aksi borong saham ratusan juta lembar.
WWW.JERNIH.CO – Keluarga Hamka menggebrak awal tahun 2026. Feisal Hamka, putra kedua dari pengusaha infrastruktur ternama Jusuf Hamka (Babah Alun), secara resmi mengukuhkan posisinya sebagai pemegang saham individu terbesar di PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP).
Berdasarkan data KSEI per 30 Desember 2025, Feisal tercatat memborong 335,33 juta lembar saham atau setara dengan 5,01% kepemilikan, sebuah langkah yang memicu diskusi hangat mengenai suksesi dan masa depan emiten tol raksasa tersebut.
Lahir pada tahun 1986, Feisal Hamka kini dipandang sebagai “putra mahkota” yang disiapkan untuk melanjutkan kepemimpinan gurita bisnis keluarganya. Berbeda dengan sang ayah yang kerap tampil karismatik di publik, Feisal lebih banyak bergerak secara strategis di balik layar.
Kedewasaan bisnisnya ditempa melalui pendidikan administrasi dan bisnis internasional di Amerika Serikat, mulai dari Pasadena City College hingga meraih gelar Bachelor of International Business dari American Intercontinental University, Los Angeles, pada tahun 2009.
Pengalaman profesional Feisal di lapangan pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebelum melakukan aksi borong saham ini, ia telah menduduki berbagai posisi kunci, termasuk menjabat sebagai Komisaris Utama CMNP pada periode 2022–2024.
Kepemimpinannya meluas hingga ke anak-anak usaha strategis seperti PT Citra Persada Infrastruktur dan PT Girder Indonesia. Tak hanya terpaku pada beton jalan tol, Feisal juga menunjukkan ketangkasannya dengan merambah sektor teknologi melalui PT Kreativitas Alam Semesta (Glitch) serta industri perhotelan, membuktikan diversifikasi kemampuan manajerial yang luas.
Para analis melihat manuver Feisal ini bukan sekadar investasi biasa, melainkan bagian dari rencana suksesi jangka panjang. Seiring dengan langkah Jusuf Hamka yang melepas sebagian kepemilikan pribadinya, pembelian oleh Feisal dipandang sebagai bentuk redistribusi aset untuk memperkuat kendali generasi kedua.
Selain itu, langkah ini mencerminkan optimisme tinggi terhadap proyek strategis CMNP, seperti Tol Harbour Road 2 dan pengembangan Tol Desari, yang diproyeksikan akan mendongkrak total aset perusahaan hingga menembus angka Rp30 triliun pada tahun 2026 ini.
Bagi pasar, aksi akumulasi oleh “orang dalam” atau pengendali seperti Feisal Hamka memberikan sinyal kepercayaan yang kuat. Secara psikologis, ini menunjukkan bahwa harga saham saat ini dianggap masih di bawah nilai wajarnya (undervalued).
Dengan kepemilikan di atas 5%, Feisal kini memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk mengarahkan kebijakan strategis perusahaan, termasuk dalam hal pembagian dividen rutin yang menjadi daya tarik bagi investor jangka panjang.
Meskipun aksi ini membawa sentimen positif, para investor tetap perlu memperhatikan aspek likuiditas saham CMNP yang cenderung bersifat swing. Namun, dengan adanya level support psikologis baru pada harga rata-rata pembelian Feisal, CMNP diprediksi akan menjadi emiten yang jauh lebih menarik di tahun 2026.
Fokus perusahaan pada infrastruktur dengan arus kas stabil menjadikan langkah Feisal Hamka ini sebagai fondasi kuat bagi era baru kepemimpinan keluarga Hamka di industri jalan tol Indonesia.(*)
BACA JUGA: Kedermawanan Melebihi Angin
