
Hobi SBY melukis kerap kali membuat cerita. Kali ini lukisan yang ia kerjakan selama dua minggu menjebol rekor penjualan lukisannya termahal sepanjang melukis.
WWW.JERNIH.CO – Malam perayaan Imlek yang digelar Partai Demokrat di Djakarta Theatre, 18 Februari 2026 punya cerita lain. Sebuah lukisan karya Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang berjudul “Kuat Laksana Kuda Api”, menjadi pusat perhatian dunia setelah terjual dengan harga yang melampaui ekspektasi siapa pun. Bukan lagi ratusan juta, tapi miliaran rupiah.
Drama bermula saat lukisan tersebut dibuka dengan harga penawaran awal “hanya” Rp300 juta. Suasana seketika memanas saat beberapa pesohor dan konglomerat mulai saling sahut-menyahut. Deddy Corbuzier sempat membuka taring dengan menawar di angka Rp1 miliar.
Namun, pertarungan sesungguhnya terjadi antara dua “raksasa” ekonomi Indonesia: Hermanto Tanoko (Crazy Rich Surabaya pemilik Cat Avian) dan perwakilan dari keluarga Low Tuck Kwong (Dato Low, pendiri Bayan Resources yang juga orang terkaya kedua di Indonesia).
SBY melukis “Kuda Api” secara khusus menyambut momentum tahun baru imlek. Lukisan ini digarap pada awal Februari 2026 di studio pribadinya. Proses pengerjaannya tergolong cukup cepat namun intens, memakan waktu sekitar 1 hingga 2 minggu.
SBY memilih subjek kuda karena melambangkan kekuatan, kecepatan, dan keteguhan. Menariknya, meskipun berjudul “Kuda Api”, SBY memberikan latar belakang warna biru yang teduh. Hal ini merupakan pesan filosofis bahwa di tengah energi yang membara (api), Indonesia harus tetap tenang dan damai.
Ketegangan di ruang lelang mencapai puncaknya saat tawaran menyentuh angka Rp5 miliar. Hermanto Tanoko terus membayangi, namun perwakilan dari Low Tuck Kwong tidak bergeming.
Akhirnya, palu diketuk pada angka fantastis Rp6.500.000.000 (Enam Setengah Miliar Rupiah). Lukisan ini pun resmi jatuh ke tangan Dato Low Tuck Kwong, mencetak rekor sebagai karya SBY termahal yang pernah terjual di publik.
SBY menegaskan bahwa seluruh hasil lelang lukisan “Kuda Api” ini akan didonasikan untuk kegiatan kemanusiaan dan membantu masyarakat prasejahtera, khususnya dalam rangka perayaan Imlek bagi warga keturunan Tionghoa yang membutuhkan.
Karya-karya lukis SBY telah bertransformasi dari hobi masa purnatugas menjadi magnet investasi dan filantropi yang sangat diperhitungkan oleh para kolektor serta tokoh politik nasional.

Selama 11 tahun usai menjabat presiden lukisan berjudul “Kuat Laksana Kuda Api” adalah rekor. Sukses dibeli oleh bos Bayan Resources. Angka fantastis ini tidak berdiri sendiri, sebab jejak apresiasi tinggi terhadap goresan tangan SBY telah terlihat sejak tahun-tahun sebelumnya, seperti pada lukisan “Kabut Pagi di Dusun Sunyi” yang dipinang Syarief Hasan seharga Rp510 juta pada Agustus 2023, serta karya “Standing Proud Like a Rock” yang laku terjual senilai Rp500 juta dalam sebuah pameran di Taman Ismail Marzuki.
Tingginya nilai jual karya-karya ini mencerminkan pengakuan publik terhadap kedalaman filosofis yang dituangkan SBY ke atas kanvas, mulai dari tema alam hingga simbolisme kekuatan. Selain rekor miliaran rupiah dari sektor bisnis, lukisan bertajuk “God’s Day” juga mencatatkan angka Rp311 juta pada lelang amal bencana di akhir tahun 2025, sementara karya “The Deep Forest” terjual senilai Rp250 juta melalui jalur lelang internal filantropi pada tahun 2024.(*)
BACA JUGA: Diapresiasi SBY dan Jokowi, Tina Nur Alam Sempurnakan Bahteramas Jadi Bahteramas Berlayar Kembali






