
Hingga saat ini, misteri Jenderal McCasland dan para ilmuwan lainnya tetap menjadi teka-teki yang belum terpecahkan. Namun, satu hal yang pasti: perdebatan ini telah mengubah cara pemerintah AS memandang risiko terhadap personel ilmiah mereka.
JERNIH – Amerika Serikat tengah diguncang oleh sebuah narasi kelam yang merambat dari ceruk-ceruk gelap internet hingga ke koridor kekuasaan di Washington. Sebuah teori konspirasi yang menghubungkan kematian dan hilangnya sedikitnya 11 ilmuwan top Amerika Serikat kini bukan lagi sekadar obrolan di forum daring, melainkan memicu desakan investigasi resmi menyeret nama Presiden Donald Trump hingga ke meja Kongres.
Laporan mendalam dari The Guardian menyebutkan bahwa narasi ini mengaitkan para ilmuwan yang memiliki akses ke rahasia ruang angkasa, pertahanan, dan nuklir dengan sebuah “plot jahat” berskala besar. Pertanyaan besar yang kini menggantung adalah: Apakah kasus-kasus ini benar-benar saling terkait sebagai ancaman keamanan nasional, ataukah kita sedang menyaksikan penyebaran misinformasi masif yang diamplifikasi oleh ekosistem media modern?
Pusat dari badai spekulasi ini adalah kasus Mayor Jenderal (Purn) William “Neil” McCasland (68), mantan petinggi Angkatan Udara AS yang dilaporkan hilang secara misterius pada 27 Februari 2026 di Albuquerque, New Mexico. McCasland meninggalkan rumahnya tanpa ponsel dan kacamata, namun membawa pistol revolver kaliber .38. Sejak saat itu, ia tak pernah terlihat lagi.
Rekam jejak McCasland bukanlah sembarang orang. Ia pernah memimpin Situs Riset Phillips di Pangkalan Angkatan Udara Kirtland, yang berfokus pada teknologi ruang angkasa dan senjata energi terarah (directed-energy technologies). Profil inilah yang segera menarik perhatian komunitas pengamat UFO.
Meski Letnan Kyle Woods dari Kantor Sheriff Bernalillo County menekankan bahwa penyelidikan harus berpegang pada fakta, ia mengakui tekanan dari publik sangat besar. “Saya menghargai komunitas yang ingin masuk ke lubang kelinci soal UFO, tapi kami hanya bisa bergerak berdasarkan bukti fisik,” tegasnya.
Teori ini semakin membesar ketika komunitas internet mulai menyatukan titik-titik kematian ilmuwan lain yang dianggap “tidak wajar”. Setidaknya ada 10 nama lain yang diseret dalam narasi ini, antara lain:
- Monica Reza: Direktur pemrosesan material NASA yang hilang saat mendaki di Angeles National Forest pada 2023 dan tidak pernah ditemukan.
- Michael David Hicks: Ilmuwan Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA yang ahli dalam riset asteroid dan komet, wafat pada 2023.
- Amy Eskridge: Peneliti dari Alabama yang mengerjakan riset “modifikasi gravitasi” dan dilaporkan bunuh diri pada 2022.
- Kontroversi: Mantan perwira intelijen Franc Milburn mengklaim Eskridge pernah berpesan padanya, “Jika kamu melihat laporan saya bunuh diri, saya tegaskan saya tidak melakukannya.”
- Nuno Loureiro: Fisikawan MIT yang diduga dibunuh oleh mantan teman sekelasnya.
- Jason Thomas: Ahli biologi kimia yang hilang secara misterius sebelum sisa jenazahnya ditemukan di Massachusetts.
Kekuatan narasi ini mencapai puncaknya ketika Presiden Donald Trump secara terbuka ditanya mengenai hilangnya para ilmuwan ini. Trump menyatakan akan “melihat lebih dalam” kasus tersebut, sebuah pernyataan yang langsung memicu reaksi berantai di legislatif.
Anggota DPR dari faksi Republik, James Comer dan Eric Burlison, mengirimkan surat resmi yang menuntut investigasi formal. Mereka berargumen bahwa jika laporan ini akurat, hilangnya para pemegang rahasia nuklir dan teknologi roket mewakili ancaman besar bagi keamanan nasional AS.
Diskusi semakin panas setelah kematian David Wilcock, seorang peneliti UFO ternama, yang juga dilaporkan bunuh diri di Colorado. Anggota Kongres Tim Burchett berkomentar sinis, “Saya rasa tidak ada kemungkinan ini semua hanya kebetulan.”
Sanggahan Ilmiah: ‘Dot-Connecting’ dan Kecemasan Budaya
Di sisi lain, para ahli berpendapat bahwa skala komunitas ilmiah AS yang mencapai jutaan orang membuat kebetulan statistik menjadi tidak terelakkan. Greg Eghigian, profesor dari Penn State, menyebut fenomena ini sebagai refleksi dari kecemasan budaya pasca-pandemi.
“Ini adalah konvergensi antara ketakutan terhadap rahasia negara, fasilitas nuklir, dan hilangnya figur-figur penting. Orang-orang ingin menghubungkan titik-titik ini (dot-connecting) karena sesuai dengan ‘lore’ atau mitos UFO yang sudah ada selama puluhan tahun,” jelas Eghigian.
Istri McCasland, Susan McCasland Wilkerson, juga membantah keras spekulasi yang menyeret suaminya. Ia menekankan bahwa suaminya sudah pensiun hampir 13 tahun lalu. “Sangat tidak mungkin dia diculik untuk diekstraksi rahasianya yang sudah usang,” tulisnya. Ia bahkan menyindir secara sarkastis bahwa mungkin hipotesis terbaik bagi para spekulan adalah “suaminya disedot ke kapal induk alien,” meski tidak ada laporan penampakan benda asing di Gunung Sandia.
Fenomena ini juga menyoroti bagaimana misinformasi modern menyebar. Podcaster ternama Joe Rogan ikut memanaskan suasana dengan berspekulasi tanpa bukti bahwa penghilangan ini mungkin terkait dengan teknologi “plasma”.
Para pengamat media mencatat bahwa di era konten buatan AI dan algoritma media sosial, tragedi yang tidak saling terkait dapat dengan mudah dirangkai menjadi satu narasi yang menyesatkan namun terlihat meyakinkan.
ACLED dan para analis keamanan menyimpulkan bahwa meskipun narasi ini belum memiliki bukti konkret, dampaknya terhadap stabilitas politik AS sangat nyata. Ketidakpercayaan publik terhadap otoritas, digabung dengan ketegangan geopolitik (seperti isu keterlibatan China atau musuh asing), menciptakan “badai sempurna” bagi berkembangnya teori konspirasi.
Hingga saat ini, misteri Jenderal McCasland dan para ilmuwan lainnya tetap menjadi teka-teki yang belum terpecahkan. Namun, satu hal yang pasti: perdebatan ini telah mengubah cara pemerintah AS memandang risiko terhadap personel ilmiah mereka—terlepas dari apakah ancamannya berasal dari bumi atau dari luar angkasa.
Daftar Kasus Ilmuwan yang Masuk Radar Spekulasi:
| Nama Ilmuwan | Keahlian | Status | Catatan |
| William McCasland | Teknologi Ruang Angkasa | Hilang (Feb 2026) | Membawa revolver .38 saat hilang. |
| Monica Reza | Material NASA | Hilang (2023) | Hilang saat mendaki gunung. |
| Amy Eskridge | Modifikasi Gravitasi | Wafat (2022) | Sempat membantah niat bunuh diri. |
| Michael D. Hicks | Asteroid & Komet | Wafat (2023) | Ilmuwan JPL NASA. |
| David Wilcock | Peneliti UFO | Wafat (2026) | Kematiannya memicu desakan di Kongres. |






