Mudik ke Amsterdam, Maarten Paes Siap Perkuat Ajax

Era baru di bawah mistar gawang Johan Cruyff Arena dimulai! Maarten Paes secara mengejutkan meninggalkan Amerika Serikat untuk kembali ke tanah kelahirannya, Belanda.
WWW.JERNIH.CO – Penjaga gawang utama Timnas Indonesia, Maarten Paes, secara resmi dilaporkan telah mencapai kesepakatan untuk bergabung dengan raksasa Eredivisie, Ajax Amsterdam. Kepindahan ini menandai babak baru dalam karier Paes yang sebelumnya telah mengukir prestasi gemilang di Amerika Serikat bersama FC Dallas.
Transfer ini tentu juga perjalanan kepulangan emosional ke tanah kelahirannya, Belanda, namun kali ini dengan status sebagai idola bagi publik sepak bola Indonesia.
Langkah strategis ini dikonfirmasi pada 28 Januari 2026, di mana manajemen Ajax Amsterdam sepakat menebus Paes dengan nilai transfer sekitar Rp24 miliar. Kiper berusia 27 tahun tersebut diikat dengan kontrak jangka panjang berdurasi 3,5 tahun yang akan menjaganya di Johan Cruyff Arena hingga Juni 2029.
Kehadiran Paes di skuad De Godenzonen diyakini merupakan rekomendasi kuat dari tokoh-tokoh penting di internal klub, seperti Jordi Cruyff (Direktur Teknis) dan Denny Landzaat. Keduanya telah melihat secara langsung transformasi mental dan teknis Paes selama membela Timnas Indonesia, menjadikannya kandidat paling logis untuk mengakhiri krisis kepercayaan di sektor penjaga gawang Ajax.
Keputusan Ajax untuk memburu tanda tangan Paes bukan tanpa alasan teknis yang kuat. Tim asal Amsterdam tersebut tengah membutuhkan stabilitas setelah kiper utama mereka saat ini, Vitezslav Jaroš, tampil kurang konsisten.
Jika menilik profilnya, Paes adalah paket lengkap kiper modern yang memadukan atribut fisik prima dengan kecerdasan taktis. Dengan postur menjulang setinggi 191 cm, Paes memiliki keunggulan alami dalam mendominasi bola udara. Kemampuannya memotong umpan silang dan memenangkan duel fisik di kotak penalti menjadi jawaban atas rapuhnya lini belakang Ajax dalam menghadapi skema bola mati di liga domestik maupun kompetisi Eropa.
Namun, daya tarik utama Paes terletak pada refleksnya yang luar biasa, yang sering dijuluki “refleks kucing”. Reputasinya sebagai shot-stopper kelas dunia dibuktikan saat ia menyabet penghargaan MLS Save of the Year pada tahun 2024.
Kemampuan Paes dalam situasi satu lawan satu sering kali dianggap mustahil oleh lawan, menjadikannya benteng terakhir yang sangat sulit ditembus. Selain itu, aspek mentalitas menjadi pembeda; Paes adalah seorang spesialis penalti yang tenang. Publik Indonesia tentu belum lupa bagaimana ia menepis tendangan kapten Arab Saudi, Salem Al-Dawsari, sebuah aksi heroik yang kini diharapkan dapat ditularkan di panggung Eredivisie.
Transisi Paes ke dalam sistem permainan Ajax diprediksi akan berjalan mulus berkat kemampuan distribusinya. Mengusung filosofi build-up play dari lini belakang, Ajax mewajibkan kiper mereka berfungsi sebagai pemain ke-11.
Secara statistik, Paes memiliki akurasi umpan jauh sebesar 45%, jauh mengungguli Jaroš yang hanya mencatatkan 38%. Hal ini sangat krusial bagi Ajax untuk memecah strategi high-pressing lawan dengan mengirimkan bola presisi langsung ke lini serang.
Kemampuan kaki Paes yang lincah memungkinkannya tetap tenang meski ditekan oleh penyerang lawan, sebuah kualitas yang sangat dicari oleh tim yang mengedepankan penguasaan bola.
Jika membandingkan peluangnya menjadi pilihan utama, Paes memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan. Meskipun Jaroš unggul tipis dalam akurasi umpan pendek (94% berbanding 92%), efektivitas Paes dalam menjaga gawang tetap bersih jauh lebih tinggi dengan persentase penyelamatan mencapai 76%.
Selain aspek teknis, faktor kepemimpinan menjadi nilai plus. Jaroš sering dikritik karena kurang komunikatif dalam mengatur barisan bek muda. Sebaliknya, Paes yang fasih berbahasa Belanda dan berpengalaman menghadapi bintang dunia seperti Lionel Messi, memiliki kematangan untuk menjadi pemimpin di ruang ganti.
Secara keseluruhan, kepindahan Maarten Paes ke Ajax adalah pembuktian nyata bahwa pemain Indonesia kini mampu bersaing di kasta tertinggi Eropa. Dengan probabilitas mencapai 70% untuk menjadi kiper nomor satu dalam waktu singkat, Paes tidak hanya membawa harapan bagi para pendukung Ajax, tetapi juga kebanggaan luar biasa bagi jutaan penggemar di Indonesia. (*)
BACA JUGA: Mimpi Piala Dunia 2026 Pupus: Timnas Indonesia Takluk 0-1 dari Irak






