Crispy

Genjot Produksi Susu, Indonesia Impor 1.300 Sapi dari Australia

JERNIH – Indonesia mengimpor 1.383 ekor sapi lagi dari Australia minggu ini sebagai bagian dari rencana ambisius senilai 3 miliar dolar AS untuk menarik petani kecil agar bergabung dalam upaya melipatgandakan produksi susu hingga empat kali lipat.

“Sapi-sapi ini bukan hanya sekadar tambahan bagi populasi,” kata Agung Suganda, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian dalam sebuah pernyataan, mengutip Reuters. “Ini adalah investasi strategis untuk memperkuat fondasi produksi susu nasional dari peternakan skala kecil.”

Sebagai bagian penting dari program pemberian makanan gratis yang mencakup 83 juta anak dan ibu hamil, rencana ini menyerukan impor satu juta sapi perah selama lima tahun untuk meningkatkan jumlahnya dari 220.000 ekor saat ini.

Kementerian tersebut mengatakan bahwa impor ternak terdiri dari pengiriman gabungan dan pembibitan, yang melibatkan koperasi dan petani sejak tahun lalu, dengan hasil susu yang akan dialirkan ke industri pengolahan untuk memastikan kepastian pasokan.

Pengiriman sapi perah terbaru menghadapi karantina dan pemeriksaan penyakit setelah tiba pada hari Minggu di kota Cilacap di provinsi Jawa Tengah, kata Hendra Wibawa, seorang pejabat kesehatan hewan di kementerian tersebut.

“Untuk memastikan keamanan, masa karantina selama 14 hari akan dilakukan… diikuti dengan pengambilan sampel untuk mendeteksi penyakit seperti penyakit kulit berbenjol dan penyakit mulut dan kuku,” tambahnya.

Lunar Chemplast, sebuah perusahaan swasta, mengimpor 1.094 ekor hewan sementara Mazaraat Lokanatura Indonesia membeli sisanya. Indonesia mengimpor 33.955 ekor sapi pada tahun 2025, di mana 13.544 di antaranya sebagai sapi perah dan sisanya untuk daging sapi, tambah kementerian tersebut.

Back to top button