PM Thailand Anutin Charnvirakul Minta Maaf atas Kegagalan Negara Lindungi Rakyat dari Bencana Banjir

- Selain memberi bantuan keuangan, PM Thailand juga menawarkan pinjaman tanpa bunga kepada setiap keluarga terdampak banjir.
- Dana itu diperkirakan akan sampai ke keluarga terdampak pekan depan.
JERNIH — PM Thailand Anutin Charnvirakul, Minggu 30 November, meminta maaf atas kegagalan negara melindungi masyarakat dari banjir bandang dan berjanji melakukan perbaikan.
Bangkok Post memberitakan permintaan maaf disampaikan PM Anutin saat bersiap meninjau distrik Hat Yai di negara bagian Songkhla, di dekat perbatasan Malaysia. PM Anutin, yang juga menjabat menteri dalam negeri, didampingi pejabat senior; termasuk wakil PM dan Menteri Keuangan Akkarut Sonthayanon, Sekretaris Jenderal Kantor Komisi Asuransi Chuchatr Pramoolpol, dan Presiden Asosiasi Bankir Thailand Payong Srivanich.
Menurut PM Anutin, delegasi akan meninjau situasi untuk menyiapkan paket pinjaman lunak dan bantuan keuangan koprehensif bagi warga terdampak banjir. Pengamatan langsung, katanya, sangat penting untuk memahami skala kerusakan dan mempercepat respons pemerintah.
Kementerian Dalam Negeri diinstruksikan mempercepat penyusunan daftar penerima manfaat bantuan pemerintah sebesar 9.000 bath, yang telah disetujui. Dana itu diperkirakan akan sampai ke keluarga terdampak pekan depan.
Menanggapi laporan yang mengklaim paket bantuan dapat mencapai 30 ribu bath per rumah tangga, PM Anutin mengatakan bantuan berasal dari berbagai sumber. Ia juga mengumumkan pinjaman tanpa bunga hingga 100 ribu bath per orang dengan durasi enam bulan, dan pinjaman lain hingga 100 ribu bath per rumah tangga untuk perbaikan properti, dengan durasi satu tahun.






