Sedikitnya 72 Harimau di Taman Thailand Mati Diduga Karena Virus

JERNIH – Virus mematikan dan infeksi bakteri telah menewaskan sedikitnya 72 harimau di taman hewan pribadi di Thailand utara dalam beberapa pekan terakhir. Kematian tersebut dilaporkan mulai terjadi pada 8 Februari. Dugaan awal berfokus pada daging ayam mentah yang digunakan sebagai pakan.
Kantor peternakan provinsi di Chiang Mai mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (20/2/2026) bahwa pengujian mendeteksi virus distemper anjing yang sangat menular serta bakteri yang menyerang sistem pernapasan.
“Ketika harimau jatuh sakit, lebih sulit untuk mendeteksinya dibandingkan pada hewan seperti kucing atau anjing. Saat kami menyadari mereka sakit, sudah terlambat,” kata Somchuan Ratanamungklanon, direktur departemen peternakan nasional, kepada media lokal.
Taman Tiger Kingdom Chiang Mai yang dikelola swasta melakukan penutupan lokasi selama dua minggu diberlakukan menyusul kematian tersebut, dan penyelidikan juga telah diluncurkan. Pejabat peternakan provinsi mengatakan fasilitas tersebut telah melarang semua akses tanpa izin dan memulai disinfeksi di seluruh fasilitas sementara pengujian laboratorium dilakukan pada bangkai harimau.
Sementara harimau-harimau yang selamat telah dipindahkan ke pusat perawatan taman di distrik Mae Taeng, di bagian utara provinsi Chiang Mai, untuk dipantau secara ketat.
Pihak taman tempat kejadian kematian tersebut, Tiger Kingdom, tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar pada hari Sabtu. Situs webnya mengiklankan kesempatan bagi pengunjung untuk menyentuh dan berfoto dengan kucing-kucing besar tersebut.
“Harimau-harimau ini mati seperti cara mereka hidup – dalam kesengsaraan, kurungan, dan ketakutan,” kata organisasi hak-hak hewan PETA Asia kepada AFP. “Jika wisatawan menjauh, tempat-tempat ini akan cepat menjadi tidak menguntungkan, dan tragedi seperti ini akan jauh lebih kecil kemungkinannya terjadi,” tambah kelompok itu.






