Crispy

Stanislav Shushkevich, Satu Tokoh Kunci Pembubaran Uni Soviet Meninggal Dunia

  • Ia memfasilitasi pertemuan Boris Yeltsin dan Leonid Kravchuk, presiden Rusia dan Ukraina.
  • Ia terlibat dalam Kesepakatan Belovezha, yang merupakan lonceng kematian bagi Uni Soviet.

JERNIH — Stanislav Shushkevich, mantan presiden Belarusia dan satu dari tiga tokoh kunci pembubaran Uni Soviet, Rabu 4 Mei meninggal dunia dalam usia 87 tahun.

Irina, istri Stanislav Shushkevich, mengatakan suaminya meninggal di Minsk akibat komplikasi Covid-19. Sejak bulan lalu, Shushkevich ditempatkan di ruan perawatan intensif.

“Kami berharap pemakaman kenegaraan untuk suami saya, tapi belum ada yang menghubungi kami,” kata seperti dikutip The Moscow Times.

Sebagai ketua parlemen Soviet Belarusia, Shushkevich menjamu Presiden Rusia Boris Yeltisn dan Presiden Ukraina Leonid Kravchuk untuk pembicaraan rahasia di sebuah pondok berburu di Hutan Belovezha akhir 1991.

Ketiganya menandatangani Kesepakatan Belovezha, yang menyatakan Uni Soviet tidak ada lagi, dan menjadi lonceng kematian bagi sebuah sistem konfederasi republik-republik komunis.

Tiga pekan setelah kesepakatan itu diumumkan Mikhail Gorbachev mengundurkan diri, dan bendera Uni Soviet diturunkan dari Kremlin. Hari-hari berikutnya, beberapa republik memerdekakan diri dan menghancurkan peninggalan Uni Soviet.

Kesepatan Belovezha juga menuntun pembentukan Persemakmuran Negara-negara Merdeka, sebuah aliansi longgar yang menyatukan republik-republik eks Uni Soviet.

Shushkevich adalah fisikawan tanpa pengalaman politik. Ia dibujuk mencalonkan diri untuk Kongres Deputi Rakyat Belarusia tahun 1989.

Setelah Uni Soviet runtuh, Shushkevich menjadi pemimpin pertama Republik Belarusia merdeka. Ia digantikan Alexander Lukachenko tahun 1994, setelah kantor kepresidenan didirikan.

Lukashenko berkuasa sampai saat ini, dan seolah tak tergantikan. Ia loyalis Moskwa dan berkuasa dengan tangan besi. Shushkevich sering mengkritiknya, tapi tidak pernah didengar.

Back to top button