Tak Mau Jadi Obyek Pencitraan Ganjar, Fajar Berniat Kembalikan Pemberian Sang Gubernur

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sengaja datang ke rumah Fajar di sela kunjungan kerjanya, Minggu (10/1). Dia mendengar kabar bahwa Fajar yang merupakan kader PDI-P itu hidup serba kekurangan.
JERNIH- Tepat di hari ulang tahun PDI Perjuangan pada 10 Januari lalu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, tiba-tiba mendatangi sebuah rumah gubuk di Temanggung, Jawa Tengah. Kedatangannya, tanpa pemeritahuan dari pihak manapun kepada pemilik rumah.
Tentu saja, Fajar Nugroho si pemilik rumah kaget. Dia tentu senang disambangi rekan sesama partainya, meski beda nasib.
Fajar yang merupakan Wakil Ketua Pimpinan Anak Cabang PDIP Temanggung, kemudian mendapat hadiah dari Ganjar berupa sembako. Begitu pun anak-anaknya yang diberikan ponsel. Tak sampai di situ, Ganjar juga menawarkan merenovasi total kediaman Fajar di Tanah Bengkok milik desa setempat, plus peralatan bengkel sepeda motor dan alat cuci steam.
Ganjar, hanya meminta Fajar meminta izin dari Pemerintah Desa. Jika diizinkan, niat Ganjar merenovasi rumahnya segera dilaksanakan.
Rupanya, kedatangan Ganjar ke kediaman Fajar viral di media sosial. Videonya, diunggah di kanal pribadi milik sang Gubernur. Dan komentar miring pun mulai dilemparkan netizen.
Fajar pun tak tinggal diam. Sebab tak ingin menjatuhkan martabat partainya, dia berencana mengembalikan semua pemberian Ganjar.
“Menyikapi viralnya kedatangan Pak Gubernur ke rumah saya beberapa hari lalu, kemudian menjadi viral di media sosial, saya merasa perlu mengembalikan apa yang sudah diberikan Pak Gubernur kepada saya,” ucapnya dalam keterangan pers tertulis Rabu (12/1).
Rencana itu, dia lakukan lantaran tak ingin menjadi obyek pencitraan yang diduga dilakukan Ganjar. Soalnya dia bilang, seharusnya bukan hanya dirinya yang disambangi Gubernur, sebab ada belasan warga senasib di daerah tersebut.
Fajar bilang, ada 14 rumah yang juga berdiri di atas Tanah Bengkok.
“Saya sebenarnya tidak tahu, kalau seperti kata orang Jawa bilang, ujug-ujug (tiba-tiba) Pak Ganjar datang. Padahal, tidak ada pemberitahuan kepada DPC, PAC atau struktural partai lainnya,” ungkap Fajar.
Ganjar, mendatangi kediaman Fajar Nugroho di Dusun Mungseng, Rt 1 Rw 1, Desa Kemantenansari, Temanggung.
Tidak lama setelah itu, muncul unggahan video kegiatan silaturahmi Ganjar di kanal YouTube pribadinya, dengan judul “Rumah Reyot Kader PDI Perjuangan di Tanah Bengkok”. Unggahan itu membuat bermunculan komentar miring tentang kemiskinan kader partai.
“Setelah saya melihat komen-komen yang ada di YouTube, kok rasanya seperti mencoreng nama baik partai saya,” kata Fajar.
Dia mengatakan, di PDIP, setiap masalah kemiskinan selau diselesaikan secara gotong royong dan tak perlu diekspos. Ia merasa tidak enak dengan sesama kader lain, karena seolah-olah mereka tak memperhatikan dirinya.
“Kami senantiasa membantu satu sama lain dan itu tidak diberitakan ke mana-mana,” ujar dia.
Fajar menyatakan, akan segera berkomunikasi dengan Ganjar dan mengembalikan bantuan yang ia terima. Dia pun berharap kejadian serupa tak terulang lagi di masa depan.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sengaja datang ke rumah Fajar di sela kunjungan kerjanya, Minggu (10/1). Dia mendengar kabar bahwa Fajar yang merupakan kader PDI-P itu hidup serba kekurangan.
Rumah Fajar memang jauh dari kata layak. Seperti diberitakan Kompas, rumah berukuran 7×7 itu hanya berdinding papan. Atapnya terlihat bolong-bolong dengan eternit dari karung yang sudah koyak. Di dalam rumah juga tidak ada perabotan yang mewah. Hanya ada kursi plastik dan gelaran tikar di ruang tamu.
Ganjar kemudian memberikan hadiah berupa mainan dan ponsel kepada anak Fajar. Lalu, membawakan sembako yang diberikan pada keluarga Fajar.[]