Crispy

Thomas Frank Dipecat Tottenham Setelah Catat Rekor Terburuk dalam Sejarah Klub

Era Thomas Frank di London Utara berakhir prematur. Hanya bertahan delapan bulan, pelatih asal Denmark ini didepak setelah Spurs terpuruk di peringkat 16.

WWW.JERNIH.CO –  Manajemen Tottenham Hotspur secara resmi mengumumkan pemecatan Thomas Frank dari posisinya sebagai pelatih kepala. Keputusan ini diambil setelah serangkaian hasil buruk yang membuat klub berjuluk The Lilywhites tersebut terpuruk di papan bawah klasemen Liga Inggris.

Frank, yang baru menjabat selama kurang lebih delapan bulan sejak penunjukannya pada Juni 2025, harus merelakan kursinya meskipun kontrak aslinya direncanakan untuk proyek jangka panjang.

Alasan utama di balik pemecatan pelatih asal Denmark ini adalah performa domestik yang sangat mengecewakan. Pemicu terakhirnya adalah kekalahan tipis 1-2 dari Newcastle United di kandang sendiri pada Selasa malam. Kekalahan tersebut memperpanjang catatan buruk Tottenham yang tidak pernah menang dalam delapan pertandingan liga terakhir.

Saat pemecatan diumumkan, Tottenham merosot ke peringkat 16 klasemen sementara, hanya terpaut lima poin dari zona degradasi. Secara statistik, Frank mencatatkan rekor poin per pertandingan terendah dalam sejarah klub di era Premier League, yakni hanya 1,12 poin per gim.

Meskipun ia berhasil membawa Spurs melaju ke babak 16 besar Liga Champions, manajemen menilai bahwa risiko degradasi terlalu nyata untuk diabaikan, ditambah lagi dengan atmosfer stadion yang mulai “beracun” karena protes keras dari para suporter.

Perjalanan karier Thomas Frank sangat inspiratif karena ia merupakan salah satu pelatih top yang tidak memiliki latar belakang sebagai pemain sepak bola profesional. Ia memulai kariernya sebagai pelatih tim muda di Denmark, mulai dari level U-8 hingga akhirnya dipercaya menangani tim nasional Denmark U-16 dan U-17. Di level internasional junior, ia berjasa mengorbitkan nama-nama seperti Christian Eriksen dan Pierre-Emile Hojbjerg.

Karier seniornya dimulai di klub raksasa Denmark, Brøndby IF, pada tahun 2013 sebelum akhirnya merantau ke Inggris untuk menjadi asisten pelatih di Brentford pada 2016. Pada Oktober 2018, ia naik jabatan menjadi pelatih kepala. Di sinilah namanya melambung; ia membangun fondasi kuat di Brentford dan membawa klub tersebut naik kasta serta menjadi kekuatan yang disegani di Liga Premier dengan anggaran terbatas.

Keberhasilannya di Brentford itulah yang kemudian memicu Tottenham untuk menebusnya senilai Rp140,7 miliar pada musim panas 2025.

Sepanjang kariernya, Thomas Frank telah mengukir beberapa prestasi prestisius, antara lain. Ia pernah membawa Brentford kembali ke kasta tertinggi sepak bola Inggris untuk pertama kalinya dalam 74 tahun setelah memenangkan final play-off Championship.

Frank pernah menjadi pelatih terbaik Denmark (DBU Coach of the Year).  Meraih penghargaan ini sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 2020 dan 2022.

Tahun 2020 ia memperoleh London Football Awards Manager of the Year. Ia diakui sebagai pelatih terbaik di wilayah London berkat kinerjanya yang fenomenal bersama Brentford.

Pada 2011 Frank membawa tim nasional Denmark U-17 mencapai babak semifinal Kejuaraan Eropa untuk pertama kalinya dalam delapan tahun.(*)

BACA JUGA: Liverpool Boyong Alexander Isak dari Newcastle, Nilai Transfer Liga Inggris Pecah

Back to top button