Crispy

Ulama Muslim Dilarang Memasuki Inggris setelah Mendukung Gaza

JERNIH – Seorang cendekiawan Muslim terkemuka dilaporkan dilarang memasuki Inggris untuk tur ceramah karena komentarnya di media sosial terkait dukungannya terhadap Palestina. Izin perjalanannya dicabut oleh Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood.

Dr. Shadee Elmasry dijadwalkan tiba di Birmingham pada hari Minggu untuk kunjungan tiga hari ke Bolton dan Ilford, yang diselenggarakan oleh Global Relief Trust. Namun, Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood  mencabut izin perjalanannya karena unggahan di media sosial yang kontroversial terkait perang Gaza dan diduga membenarkan perlawanan Palestina.

“Tidak ada tempat di Inggris bagi warga negara asing yang menyebarkan kebencian atau mendorong ide-ide ekstremis,” kata seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri mengutip The New Arab ketika ditanya tentang larangan terhadap Elmasry. “Siapa pun yang berniat menyulut kebencian atau memecah belah komunitas kita tidak akan diizinkan masuk ke Inggris.”

Menanggapi larangan tersebut, Dr. Elmasry mengatakan: “Yang ingin saya katakan hanyalah betapa ironisnya bahwa saya sebenarnya tidak mengatakan apa pun tentang Inggris! Jadi mengapa mereka marah? Sungguh aneh ketika orang-orang gagal menyadari betapa terkendalinya mereka,” tambahnya.

Cendekiawan tersebut vokal dalam mengecam perang genosida Israel di Jalur Gaza dan disinformasi mengenai masalah tersebut. Ia juga menunjukkan standar ganda yang diterapkan oleh negara-negara Barat yang mendukung “hak” Israel untuk membela diri, meskipun 71.386 warga Palestina tewas di Gaza dan hampir seluruh penduduk wilayah tersebut mengungsi.

“Mereka [komentator Barat] semua berada dalam keadaan terkejut (palsu atau nyata) bahwa rakyat Gaza akhirnya membalas (setelah 50 tahun). Sebaliknya, orang-orang yang sama akan merayakan serangan serupa dari Ukraina terhadap Putin, mengabaikan fakta bahwa Israel telah melakukan hal-hal yang jauh lebih buruk terhadap Palestina daripada yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina,” tulis Dr. Elmasry menulis menyusul serangan 7 Oktober di Israel selatan.

“Lupakan semua itu, ketika negara kita sendiri menginginkan lebih banyak sumber daya (bukan keadilan), negara itu menghancurkan seluruh wilayah dalam perang yang berlangsung selama 20 tahun,” tambahnya.

Larangan terhadap Dr. Elmasry muncul setelah anggota parlemen Konservatif Nick Timothy menyerukan agar cendekiawan tersebut dilarang masuk ke Inggris, dengan alasan bahwa mengizinkannya berbicara sama dengan memberikan platform untuk hasutan dan ekstremisme kekerasan. Ia juga meminta Menteri Dalam Negeri untuk mengecualikan warga negara asing yang kehadirannya di sini tidak akan bermanfaat bagi kepentingan umum.

Langkah Inggris itu dipuji kelompok pro-Israel North West Friends of Israel, yang mengatakan bahwa menteri dalam negeri “sekali lagi menunjukkan komitmennya untuk melindungi komunitas Yahudi di Inggris”.

Menteri Partai Buruh tersebut sebelumnya pernah menyatakan sentimen pro-Palestina dan menyerukan pengakuan Palestina, namun kemudian mengubah pendiriannya, termasuk abstain dalam pemungutan suara gencatan senjata penting pada November 2023.

Back to top button