Crispy

Wake Up Dead Man, Misteri Paling Personal Sang Detektif Benoit Blanc

Ini dia film di jaringan Netflix untuk akhir tahun. Keseruan utama film ini terletak pada konflik psikologis yang mendalam di antara para tersangka. Rian Johnson ahli dalam menyajikan red herring yang cerdas, membuat penonton terus menebak-nebak dan mencurigai setiap karakter.

WWW.JERNIH.COWake Up Dead Man: A Knives Out Mystery menandai babak ketiga yang ambisius dalam waralaba misteri pembunuhan yang sukses, membawa kembali detektif eksentrik kesayangan, Benoit Blanc (Daniel Craig), ke dalam kasus yang digambarkan sebagai yang “paling berbahaya” dan “paling personal” baginya.

Film ini, karya sutradara dan penulis skenario Rian Johnson, mempertahankan fondasi whodunnit klasik yang terinspirasi dari tradisi Agatha Christie—di mana Blanc selalu ditempatkan di antara sekelompok kecil tersangka baru yang penuh rahasia—namun dengan sentuhan estetika dan narasi yang jauh lebih gelap dan intim.

Hal paling unik dari Wake Up Dead Man adalah pergeseran drastis dalam nuansa visual dan tematiknya. Jika Knives Out (2019) disajikan dalam latar rumah bangsawan yang hangat dan Glass Onion (2022) menampilkan kemewahan modern di pulau Yunani yang cerah, film ketiga ini memilih suasana yang lebih kelam dan gotik.

Latar utamanya adalah lingkungan gereja tua dan halaman pemakaman berkabut di utara New York, yang secara visual menciptakan kontras tajam. Perubahan ini mengisyaratkan bahwa misteri kali ini tidak hanya berfokus pada uang dan warisan, tetapi juga pada ketamakan dan kemunafikan yang tersembunyi di balik fasad kesalehan dan komunitas agama yang tertutup. Ini adalah misteri yang menyelami dosa dan konflik psikologis yang lebih dalam.

Johnson juga bereksperimen dengan struktur narasi untuk memberikan dimensi baru pada waralaba ini. Berbeda dengan film-film sebelumnya, Wake Up Dead Man memperkenalkan Pendeta Jud Duplenticy (Josh O’Connor) sebagai pencerita awal, yang memungkinkan penonton untuk terlebih dahulu memahami konflik internal dan ketegangan di antara para tersangka sebelum misteri pembunuhan itu terjadi.

Yang lebih menarik, detektif Benoit Blanc sengaja dimunculkan terlambat—sekitar 30 menit setelah film dimulai. Strategi ini secara efektif membuat alur cerita terasa lebih personal bagi para karakter dan memungkinkan Blanc masuk ke dalam kasus yang sudah bergejolak, menekankan betapa pentingnya kasus ini, yang bahkan digambarkan “menyentuh sisi personalnya.”

Sebagai film bergenre misteri pembunuhan, kriminal, dengan sentuhan komedi dan drama, Wake Up Dead Man adalah contoh sempurna dari whodunnit modern. Kekuatan utamanya terletak pada kemampuan Johnson menyajikan red herring (pengalihan) yang cerdas dan menciptakan konflik psikologis mendalam di antara para tersangka yang diperankan oleh ensemble cast bintang lima (termasuk Josh Brolin, Glenn Close, dan Jeremy Renner).

Daya tarik bintang, bersama dengan reputasi waralaba yang kuat, menempatkan film ini setara dengan kesuksesan komersial film-film besar berorientasi drama dan misteri, seperti adaptasi modern Agatha Christie atau bahkan film-film ensemble cast lainnya seperti Oppenheimer. Meskipun dirilis mayoritas di Netflix, film ini dipastikan akan mencetak rekor penayangan streaming dan mempertahankan status blockbuster modernnya.

Inti dari misteri ini berpusat pada Monsinyur Jefferson Wicks (Josh Brolin) yang karismatik namun dominan, yang ditemukan tewas di dalam gereja Our Lady of Perpetual Fortitude. Sinopsisnya mengungkapkan bahwa Pendeta Jud Duplenticy, narator kita, telah mencium adanya rahasia dan konflik tersembunyi di antara jemaat Wicks, bahkan sebelum pembunuhan terjadi.

Setelah detektif Blanc dipanggil, ketegangan meluas. Blanc harus mengungkap kejahatan yang tidak hanya menentang logika tetapi juga menyentuh kemunafikan institusional. Keseruan utama film ini terletak pada ketegangan antara latar belakang agama yang seharusnya damai dengan kejahatan yang paling keji, di mana Blanc harus menghadapi jaringan kebohongan yang jauh lebih berbahaya dan spiritual daripada kasus-kasus sebelumnya.

Wake Up Dead Man berjanji untuk memberikan evolusi yang matang dan gelap bagi waralaba Knives Out. Dengan pergeseran estetika ke nuansa gotik, struktur narasi yang cerdas, dan jaminan kinerja ensemble cast yang kuat, film ini tidak hanya melanjutkan tradisi whodunnit tetapi juga memperluas kedalaman psikologis dan tematiknya, menjadikannya misteri yang dinantikan baik di bioskop terbatas maupun di platform streaming.(*)

BACA JUGA: 7 Alasan Menonton Film Agak Laen 2: Menyala Pantiku!

Back to top button