Dum Sumus

Akun Jurnalis Peraih Emmy Bisan Owda Dihapus Permanen Setelah TikTok AS Miliki Investor Baru

Langkah moderasi konten ini dinilai banyak pihak sebagai upaya untuk menyaring kritik terhadap kebijakan politik tertentu, yang berujung pada penangguhan akun-akun jurnalis yang melaporkan realitas di lapangan Gaza.

JERNIH – “Ini Bisan dari Gaza, dan saya masih hidup.” Kalimat pembuka ikonik yang biasanya menyapa 1,4 juta pengikut Bisan Owda di TikTok kini tak lagi bisa ditemukan.

Jurnalis Palestina peraih Emmy Award tersebut mengumumkan bahwa akunnya telah dihapus secara permanen oleh platform raksasa tersebut, hanya beberapa hari setelah TikTok AS berpindah tangan ke investor baru.

Bisan, yang dikenal lewat dokumenter tajamnya bersama AJ+, membagikan kabar duka digital ini melalui Instagram dan X pada Rabu (28/1/2026). Ia menyebut penghapusan ini sebagai langkah drastis yang tidak pernah ia duga sebelumnya.

Bisan tidak melihat penghapusan ini sebagai masalah teknis biasa. Ia menunjuk dua faktor besar yang diduga menjadi dalang di balik hilangnya suara Gaza dari TikTok.  Pekan lalu, TikTok resmi menyelesaikan kesepakatan kepemilikan baru untuk entitas AS yang kini dikendalikan firma investasi Amerika, termasuk beberapa yang memiliki keterkaitan dengan Presiden Donald Trump.

Bisan juga mengingatkan kembali pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada September lalu di New York. Saat itu, Netanyahu menyebut media sosial sebagai “senjata paling penting di medan perang” dan secara terbuka mendukung akuisisi TikTok oleh pihak-pihak tertentu karena dianggap bisa memberikan “dampak signifikan.”

Bisan juga menyoroti sosok Adam Presser, CEO baru untuk unit TikTok di AS. Dalam sebuah video yang dibagikan Bisan, Presser menyatakan bahwa penggunaan istilah “Zionis” kini telah dikategorikan sebagai hate speech atau ujaran kebencian di platform tersebut.

Langkah moderasi konten ini dinilai banyak pihak sebagai upaya untuk menyaring kritik terhadap kebijakan politik tertentu, yang berujung pada penangguhan akun-akun jurnalis yang melaporkan realitas di lapangan Gaza.

Hilangnya akun Bisan terjadi di tengah situasi yang semakin mencekam bagi jurnalisme di Palestina. Seperti larangan peliputan di Gaza. Mahkamah Agung Israel kembali menunda keputusan untuk mengizinkan jurnalis asing masuk ke Gaza secara independen tanpa pengawalan militer.

Meski gencatan senjata sedang berlangsung, serangan Israel pekan lalu masih menewaskan tiga jurnalis Palestina. Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) mencatat sedikitnya 207 jurnalis dan pekerja media telah terbunuh di Gaza sejak Oktober 2023, mayoritas akibat serangan pasukan Israel.

Bagi Bisan, kehilangan platform yang ia bangun selama empat tahun adalah upaya untuk memutus talinya dengan dunia internasional. Selama ini, lewat video hariannya, Bisan menjadi mata dunia untuk melihat penderitaan sekaligus ketangguhan warga Gaza.

Hingga berita ini diturunkan, pihak TikTok belum memberikan jawaban resmi atas pertanyaan yang diajukan terkait penghapusan akun Bisan. Namun, bagi jutaan pengikutnya, hilangnya akun @bisanowda adalah bukti bahwa pertempuran informasi di ruang digital kini semakin berpihak pada mereka yang memegang kendali kepemilikan.

Back to top button