DesportareMoron

Dugaan Match-Fixing Guncang Pelatnas, PBSI Coret Ganda Campuran Utama Jelang Kejuaraan Dunia BWF 2026

Hanya beberapa pekan menjelang ajang bulu tangkis paling bergengsi di New Delhi, kabar tak sedap meretakkan skuad Merah Putih. Dari riuhnya isu media sosial hingga tindakan tegas peradilan independen BWF.

WWW.JERNIH.CO – Bayang-bayang kelam dugaan manipulasi pertandingan (match-fixing) kembali mencoreng panggung bulu tangkis nasional. Tepat menjelang bergulirnya Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India, publik olahraga tanah air dikejutkan oleh langkah drastis Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang mendadak mencoret sejumlah nama pemain andalannya dari daftar kepesertaan.

Aroma tidak sedap ini mencuat usai kabar investigasi pelanggaran integritas ramai disorot media internasional dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Keraguan publik makin memuncak ketika PBSI secara resmi mengonfirmasi penarikan dua pasangan ganda campuran Pelatnas, yakni Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (peringkat 13 dunia) serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. 

Keputusan merombak dan menarik mundur ganda campuran utama secara mendadak menjelang turnamen paling bergengsi tahun ini langsung mengundang tanda tanya besar. Kejuaraan Dunia yang sejatinya menjadi ajang pembuktian prestasi justru diwarnai isu miring yang mengancam reputasi bulu tangkis Indonesia di kancah global. 

Guna meredam tensi yang terus memanas, Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, memberikan penjelasan resmi. Menurutnya, penyesuaian komposisi di sektor ganda campuran dilakukan sebagai bagian dari langkah organisasi untuk memastikan seluruh proses administrasi dan keikutsertaan atlet berjalan sesuai mekanisme regulasi yang berlaku. 

Meski PBSI tidak merinci secara eksplisit alasan personal pencoretan tersebut, nama Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana terus dikaitkan dengan rumor keterlibatan manipulasi hasil pertandingan. PBSI pun meminta agar publik dan para badminton lovers tidak berspekulasi liar serta tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga seluruh fakta hukum terungkap secara resmi. Untuk mengisi kekosongan, PBSI menyiapkan pasangan pengganti agar fokus perburuan gelar di New Delhi tidak terganggu sepenuhnya.

Di sisi lain, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengambil tindakan tegas dengan meluncurkan proses peradilan independen (judicial proceedings) melalui Independent Hearing Panel. Badan peradilan independen ini bertugas mengumpulkan bukti, meneliti data pertandingan, serta menginterogasi pihak-pihak yang terindikasi melanggar kode etik integritas BWF. 

PBSI menegaskan dukungannya secara penuh terhadap proses hukum dan investigasi yang sedang dijalankan oleh BWF. Federasi nasional menyatakan komitmennya untuk mengikis habis segala bentuk kecurangan demi menjaga marwah olahraga bulu tangkis. 

Kini, publik bulu tangkis dunia tertuju pada hasil persidangan independen BWF—apakah kasus ini hanya bentuk miskomunikasi administrasi ataukah awal dari skandal integritas terbesar yang kembali mencoreng wajah bulu tangkis Indonesia.(*)

BACA JUGA: Pertaruhan Harga Diri Bulu Tangkis di Polytron Indonesia Open 2026

Back to top button