Moron

Robert Mueller, eks Dirktur FBI Meninggal, Trump Malah Girang

Di saat para tokoh dunia memberikan penghormatan terakhir bagi veteran perang yang mengabdikan 12 tahun memimpin FBI ini, Donald Trump justru memecah tradisi dengan pernyataan yang mengejutkan publik.

WWW.JERNIH.CO – Robert S. Mueller III, mantan Direktur FBI yang menjabat selama 12 tahun sekaligus Jaksa Khusus dalam penyelidikan campur tangan Rusia pada Pemilu 2016, dikonfirmasi meninggal dunia pada hari Jumat, 20 Maret 2026. Mueller menghembuskan napas terakhirnya di Charlottesville, Virginia, pada usia 81 tahun.

Keluarganya mengonfirmasi bahwa meskipun penyebab pasti kematiannya tidak dirinci secara spesifik, Mueller telah berjuang melawan penyakit Parkinson sejak didiagnosis pada musim panas 2021. Kondisi kesehatannya terus menurun dalam beberapa bulan terakhir, yang menyebabkannya mengalami kesulitan dalam mobilitas dan berbicara, hingga akhirnya ia wafat dengan tenang dikelilingi keluarga.

Lahir pada tahun 1944, Robert Mueller adalah sosok legendaris dengan latar belakang militer yang kuat. Ia merupakan veteran Perang Vietnam dari korps Marinir yang dianugerahi Bronze Star dan Purple Heart. Karier hukumnya dimulai sebagai jaksa federal, di mana ia membangun reputasi sebagai sosok yang kaku, disiplin, dan sangat memegang teguh aturan hukum.

Sepanjang kariernya, Mueller terlibat dalam pembongkaran berbagai kasus raksasa yang mengguncang dunia. Misalnya saja kasus pengeboman Pan Am Penerbangan 103 (Lockerbie) di mana ia memimpin penuntutan terhadap agen-agen Libya yang bertanggung jawab atas peledakan pesawat di atas Skotlandia pada 1988.

Ia terlibat dalam penangkapan Manuel Noriega. Pria ini mengawasi kasus terhadap diktator Panama tersebut atas tuduhan perdagangan narkoba.

BACA JUGA: Terungkap Tawaran Bagi Epstein Untuk Membeli Pentagon dan Markas FBI

Mueller berperan penting dalam menjatuhkan bos besar keluarga kriminal Gambino di New York alias mafia John Gotti. Selain tu juga soal skandal Enron dan WorldCom, sebagai direktur FBI, ia mengawal pembersihan korporasi Amerika dari skandal penipuan akuntansi terbesar di awal era 2000-an.

Mueller mulai menjabat sebagai Direktur FBI tepat satu minggu sebelum serangan 11 September 2001. Ia dianggap sebagai arsitek yang mengubah FBI dari lembaga investigasi kriminal domestik menjadi badan intelijen dan kontraterorisme global yang modern.

Meskipun memiliki rekam jejak yang cemerlang di bawah pemerintahan Bush dan Obama, nama Mueller menjadi sangat kontroversial di mata publik Republik ketika ia ditunjuk sebagai Jaksa Khusus pada 2017. Tugasnya adalah menyelidiki dugaan kolusi antara kampanye Donald Trump dan Rusia.

Penyelidikan selama dua tahun ini menghasilkan 37 dakwaan dan membongkar upaya sistematis Rusia dalam mencampuri pemilu AS. Namun, laporan akhirnya tidak menyimpulkan adanya konspirasi kriminal oleh Trump, meski juga menyatakan tidak bisa “membebaskan” Trump dari tuduhan penghalangan keadilan (obstruction of justice).

Donald Trump, yang kini kembali menjabat sebagai Presiden  tidak pernah memaafkan Mueller. Bagi Trump, Mueller adalah simbol dari apa yang ia sebut sebagai “Deep State” dan kampanye “Witch Hunt” (pemburuan penyihir) yang bertujuan menjatuhkan kepresidenannya. Trump merasa Mueller telah menyiksa orang-orang di lingkarannya tanpa alasan yang adil.

Sesaat setelah kabar kematian Mueller tersiar, Trump mengekspresikan kegembiraannya melalui media sosial Truth Social. Alih-alih memberikan ucapan belasungkawa sebagaimana tradisi kepresidenan, Trump justru menuliskan kalimat yang memicu kemarahan publik sekaligus sorak-sorai dari pendukung setianya.

 “Robert Mueller baru saja meninggal. Bagus, saya senang dia sudah mati. Dia tidak bisa lagi menyakiti orang-orang yang tidak bersalah!” tulis Donald Trump, sehari setelah Mueller meninggal. Taka da doa dari Trump mengiringi kematiannya.

Reaksi ini mempertegas betapa dalamnya luka dan kebencian politik yang ditinggalkan oleh periode penyelidikan tersebut. Di satu sisi, pendukung Trump melihat kematian Mueller sebagai berakhirnya era “tirani hukum,” sementara di sisi lain, banyak tokoh dunia dan mantan kolega Mueller, termasuk Barack Obama dan George W. Bush, memberikan penghormatan tinggi atas dedikasi Mueller selama 50 tahun bagi keamanan nasional Amerika Serikat.(*)

BACA JUGA: FBI Selidiki Peran Waria Lance Twiggs dalam Pembunuhan Charlie Kirk

Back to top button