14 November HUT Brimob Polri

Lahir di era pasca penjajahan Jepang. Disebut sebagai polisi istimewa. Memiliki satuan atau unit khusus, terutama terkait penjinakan bom. Ini korps multitugas kepolisian.
JERNIH – Korps Brigade Mobil (Brimob) bukanlah sekadar satuan kepolisian biasa. Dikenal sebagai satuan elite dan unit operasi khusus dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Brimob adalah garda terdepan negara dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan berintensitas tinggi, mulai dari kerusuhan sipil hingga terorisme.
Cikal bakal Brimob berawal dari masa pendudukan Jepang, dengan pembentukan Tokubetsu Keisatsu Tai (Pasukan Polisi Istimewa) pada April 1944. Setelah proklamasi, pasukan ini berperan krusial dalam mempertahankan kemerdekaan.

Tonggak sejarah resmi Brimob ditetapkan pada 14 November 1946, ketika seluruh kesatuan Polisi Istimewa dilebur dan diubah menjadi Mobile Brigade (Mobrig) atas prakarsa Perdana Menteri Sutan Sjahrir. Nama Mobrig kemudian diubah menjadi Brigade Mobile (Brimob) oleh Presiden Soekarno pada 14 November 1961, sekaligus dianugerahkan Pataka “Nugraha Cakanti Yana Utama.”
Tugas utama Brimob adalah penanganan kejahatan berintensitas tinggi. Brimob mengemban tugas yang vital dan spesifik, jauh di luar kemampuan polisi umum. Tugas dan peran utama mereka meliputi melawan kejahatan bersenjata dan kejahatan terorganisasi berkadar tinggi.
Brimob juga kerap melakukan operasi khusus di antaranya penjinakan bom (Jibom), anti-teror, dan penanganan ancaman bahan kimia, biologi, dan radioaktif (KBR). Walaupun yang paling kerap Anda lihat di lapangan dalam upaya pengendalian massa (Dalmas) seperti penanganan huru-hara dan kerusuhan sipil berskala besar.
Dalam tugas kemanusiaan di antaranya melaksanakan tugas Search and Rescue (SAR) dalam penanggulangan bencana.

Korps Brimob dipimpin oleh seorang Komandan Korps Brimob (Dankorbrimob). Secara struktural, Brimob terbagi menjadi dua pilar utama yang mewakili spesialisasi operasinya, antara lain Gegana yang berfokus pada operasi kepolisian khusus yang sangat spesifik seperti anti-teror dan penjinakan bom. Dan, Resimen Pelopor yang berfokus pada kemampuan pengendalian massa (Dalmas) dan tugas-tugas lapangan berkadar tinggi lainnya (sering disebut sebagai unit Para-militer Polri).
Selain Korps di tingkat pusat, setiap Kepolisian Daerah (Polda) memiliki Satuan Brimob (Satbrimob) yang siap siaga.
Brimob boleh dijuluki pasukan khususnya kepolisian. Terutama unit Gegana, diakui sebagai satuan elite dan unit operasi khusus Polri. Anggotanya dilatih secara intensif untuk menghadapi situasi krisis yang tidak bisa ditangani oleh polisi biasa, menjadikannya special operations force Polri.

Karenanya banyak anggota Gegana yang masuk ke tim yang lebih spesial yakni Densus 88. Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) adalah unit anti-teror Polri. Meskipun berbeda, mayoritas personel Densus 88 direkrut dari anggota Brimob, khususnya yang memiliki keahlian di bidang Gegana. Hal ini menunjukkan bahwa Brimob adalah kawah candradimuka bagi personel yang memiliki kemampuan taktis tertinggi dalam tubuh kepolisian.
Untuk menjadi anggota Brimob, personel Polri harus melalui proses seleksi yang terkenal sangat ketat. Mulai administrasi dan kesehatan. Tes Fisik Intensif meliputi ujian kemampuan fisik yang melampaui standar umum Polri. Berlanjut Tes Psikologi yang melakukan penilaian ketahanan mental, stabilitas emosi, dan kemampuan menghadapi tekanan.

Calon yang lulus harus menjalani pendidikan dasar Brimob (seperti di Pusdiklat Watukosek, Jawa Timur) yang ekstrem, mencakup latihan tempur, survival, dan taktik operasi khusus.
Kekuatan Personel dan Sebaran Markas Komando
Pada tahun 2024, Korps Brimob Polri diperkirakan memiliki kekuatan sekitar 53.593 personel. Jumlah yang besar ini tidak hanya terpusat di satu lokasi, tetapi tersebar di:
- Markas Komando (Mako) Brimob Utama: Berlokasi di Kelapa Dua, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Mako ini berfungsi sebagai pusat komando tertinggi, pendidikan, dan pelatihan Brimob.
- Satuan Brimob (Satbrimob): Personel Brimob tersebar di bawah komando Satuan Brimob yang berada di setiap Kepolisian Daerah (Polda) di seluruh Indonesia.
Dalam upaya mendekatkan respons dan penguatan teritorial, Korps Brimob juga telah membentuk Komando Pasukan Brimob di tingkat wilayah, yang dikenal sebagai Pasukan Brimob (Pasbrimob) I, II, dan III. Pasukan ini memiliki markas di lokasi strategis di luar Jawa.
Persenjataan Elite: Senjata Api Taktis
Sebagai satuan yang melaksanakan operasi taktis dan anti-teror, Brimob dilengkapi dengan persenjataan khusus yang berstandar tinggi, baik impor maupun buatan PT Pindad.
Unit Brimob memiliki beragam Pistol Mitraliur (SMG), ideal untuk operasi jarak dekat (Close Quarter Battle atau CQB) dan penanggulangan teror. Model yang digunakan antara lain Beretta M12, Uzi, SIG MPX (yang juga digunakan Densus 88), hingga Pindad PM2.

Untuk operasi tempur dan taktis yang lebih luas, Brimob mengandalkan berbagai Senapan Serbu standar. Deretan modelnya mencakup AK-101/AK-102 buatan Rusia, Steyr AUG dari Austria, SIG Sauer SIG516 dari Jerman, hingga Norinco AK-2000P.
Selain itu, Brimob juga dilengkapi dengan Senapan Mesin Ringan (LMG) seperti FN Minimi untuk memberikan daya tembak supresif dalam operasi besar. Untuk operasi presisi oleh unit khusus, Brimob memiliki Senapan Khusus berjenis senapan runduk (Sniper Rifles) yang canggih.

Tidak ketinggalan, Brimob juga menggunakan Senjata Pelontar Granat seperti Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) kaliber 40×46mm. Senjata ini berfungsi untuk menembakkan granat berdaya ledak atau granat asap/gas air mata dalam penanganan massa.
Kendaraan dan Peralatan Spesialis
Dukungan mobilitas dan perlindungan Brimob sangat vital. Mereka mengoperasikan kendaraan lapis baja seperti Barracuda yang umum dipakai untuk Pengendalian Huru-Hara (PHH) dan pengawalan. Ada pula Komodo buatan PT Pindad, serta kendaraan taktis lain seperti ILSV J-Force, DAPC-1 Wolf, dan DAPC-1 Tambora.

Khusus untuk unit Gegana, mereka dilengkapi dengan perlengkapan spesialis untuk Penjinakan Bom (Jibom), termasuk pakaian pelindung bom (Bomb Suit), robot penjinak bom, dan peralatan X-ray portabel, serta perlengkapan KBR (Kimia, Biologi, Radioaktif).(*)
BACA JUGA: Brimob Akan Gunakan Alutsista Produk PT Pindad





