POTPOURRI

Api Meluas Hingga 176 Hektare, Gunung Bromo Ditutup Total Untuk Wisatawan

Akses menuju Gunung Bromo resmi ditutup total tanpa batas waktu akibat kebakaran lahan yang melalap ratusan hektare vegetasi.

WWW.JERNIH.CO – Pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas dengan menutup seluruh akses wisatawan ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBST), Jawa Timur, hingga batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan secara menyeluruh ini berlaku sejak Sabtu, 8 Agustus, pukul 22.00 WIB, guna memberikan ruang penuh bagi tim gabungan dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan yang kian membesar di kawasan caldera tersebut.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa penutupan total seluruh pintu masuk—meliputi Cemorolawang di Probolinggo, Wonokitri di Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Malang, serta Senduro di Lumajang—merupakan keputusan darurat demi keselamatan bersama.

Kondisi di lapangan memburuk dengan cepat seiring maraknya titik api akibat cuaca kering dan angin kencang. Luas area yang terbakar melonjak drastis, dari sekitar 60 hektare pada Kamis lalu hingga membengkak menjadi sekitar 176 hektare dalam waktu singkat. Kebakaran tersebut dilaporkan terus meluas hingga mendekati kawasan tebing Jalur Lingkar Kaldera Tengger dan Gunung Kursi.

Untuk mengatasi api yang merembet ke wilayah-wilayah curam dan sulit dijangkau oleh personil darat, pemerintah mengerahkan bantuan armada udara. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengonfirmasi bahwa sebanyak tiga unit helikopter water-bombing telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dari udara.

Setiap helikopter ditargetkan mampu melakukan hingga 30 kali penyiraman air per hari, meskipun efektivitasnya sangat bergantung pada kondisi cuaca dan hembusan angin kencang di dataran tinggi yang sering kali menyulitkan manuver helikopter.

Di samping pemadaman udara, tim Satgas gabungan di darat terus bekerja keras secara manual untuk memadamkan kobaran api dan melokalisasi area pemukiman serta vegetasi yang rentan. Salah satu upaya krusial yang telah berhasil dilakukan adalah pembuatan sekat bakar (firebreak) sepanjang enam kilometer untuk menahan laju penyebaran api.

Guna memaksimalkan respon taktis, pihak berwenang juga menetapkan struktur komando penanganan darurat terpadu agar koordinasi antara satuan darat dan udara berjalan lebih efektif dan terarah.

Hingga saat ini, penyebab pasti memicu timbulnya titik api pertama masih dalam tahap penyelidikan oleh otoritas terkait, dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Pihak pengelola TNBTS mengimbau seluruh pelaku usaha pariwisata untuk menghentikan segala bentuk aktivitas di dalam kawasan nasional park.

Bagi para wisatawan yang sudah telanjur melakukan pemesanan tiket secara daring pada tanggal terdampak, pengelola menyediakan fasilitas untuk penjadwalan ulang (reschedule) atau pengajuan pengembalian dana (refund) melalui portal resmi booking TNBTS.(*)

BACA JUGA: Menguak Penyebab Kecelakaan Jip Wisata Bromo yang Terus Memakan Korban

Back to top button