POTPOURRI

Ini 8 Indikator Penetapan Desil versi BPS

Penetapan desil ini tidak hanya diukur dari besarnya pendapatan bulanan saja. Ada 8 indikator kunci multidimensi yang dinilai secara menyeluruh. Berikut di antaranya versi BPS.

WWW.JERNIH.CO –  Badan Pusat Statistik (BPS) bersama kementerian terkait menggunakan mekanisme pemeringkatan tingkat kesejahteraan masyarakat berbasis desil. Sistem desil membagi posisi relatif sosial ekonomi masyarakat ke dalam sepuluh kelompok sama besar, di mana Desil 1 mewakili 10 persen kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, hingga Desil 10 yang mewakili kelompok paling sejahtera.

Pemeringkatan ini diproses secara sistematis berbasis metode statistik Proxy Means Testing (PMT) untuk menghasilkan Indeks Kesejahteraan Terpadu. Penentuan tingkat desil tersebut bertumpu pada delapan indikator utama sebagai kriteria komprehensif. 

Identitas dan Demografi Kependudukan

Indikator pertama mencakup kelengkapan dokumen serta profil demografi setiap anggota keluarga. BPS menilai komposisi jumlah anggota keluarga, rasio beban ketergantungan (rasio antara anggota keluarga non-produktif seperti lansia dan anak-anak terhadap anggota keluarga usia produktif), serta status kepala keluarga. Semakin tinggi beban ketergantungan dalam satu rumah tangga, semakin besar potensi penurunan skor kesejahteraannya.

Tingkat Pendidikan

Kualitas sumber daya manusia dalam rumah tangga diukur dari kualifikasi pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh kepala keluarga maupun anggota keluarga lainnya. Indikator ini juga melihat aksesibilitas anak usia sekolah terhadap jenjang pendidikan aktif. Rendahnya tingkat pendidikan rata-rata dalam keluarga menjadi cerminan keterbatasan kapasitas ekonomi jangka panjang. 

Status Ketenagakerjaan dan Pekerjaan

Indikator ketenagakerjaan tidak hanya memotret ada atau tidaknya pekerjaan, tetapi juga stabilitas serta jenis lapangan usaha yang digeluti. Pekerjaan sektor informal dengan penghasilan yang tidak menentu, seperti buruh harian lepas atau pekerja serabutan, dinilai memiliki kerentanan ekonomi lebih tinggi dibandingkan pekerja sektor formal dengan gaji tetap dan jaminan sosial.

Kondisi dan Kualitas Tempat Tinggal

BPS mengukur kualitas fisik hunian rumah tangga melalui berbagai parameter material bangunan. Variabel yang diperhitungkan antara lain jenis luas lantai per kapita, material dinding (seperti tembok permanen atau kayu/bambu), bahan atap, serta kondisi kelayakan struktur bangunan secara keseluruhan. Hunian yang kurang layak atau berukuran sangat sempit dibanding jumlah penghuni akan menurunkan skor desil. 

Akses Sanitasi dan Air Minum

Fasilitas dasar rumah tangga menjadi tolok ukur penting dalam melihat kualitas hidup sehari-hari. Indikator ini mencakup ketersediaan jamban sendiri dengan tangki septik, kepemilikan saluran pembuangan air limbah, serta sumber air minum utama yang terlindung (seperti air leting/PDAM atau sumur terlindung). Keterbatasan akses terhadap sanitasi layak umumnya berkorelasi langsung dengan tingkat kemiskinan. 

Kesehatan dan Disabilitas

Kondisi fisik dan kesehatan anggota keluarga mempengaruhi tingkat kesejahteraan secara signifikan. Adanya anggota keluarga yang mengidap penyakit kronis, penyakit menahun, atau penyandang disabilitas berat membutuhkan alokasi biaya perawatan ekstra dan mengurangi produktivitas ekonomi keluarga. Oleh karena itu, beban kesehatan menjadi variabel penimbang dalam perhitungan desil. 

Kepemilikan Aset dan Kapasitas Daya

Penilaian aset mengukur kekayaan bergerak maupun tidak bergerak yang dimiliki rumah tangga, termasuk kepemilikan kendaraan (motor/mobil), barang elektronik rumah tangga, serta daya listrik yang terpasang di rumah (seperti 450 VA, 900 VA, atau lebih tinggi). Aset-aset ini berfungsi sebagai indikator pengukur kemampuan finansial dan daya beli nyata keluarga.

Kepemilikan dan Skala Usaha

Indikator terakhir melihat kepemilikan unit usaha mandiri yang dikelola oleh keluarga. BPS menilai apakah rumah tangga memiliki usaha mikro, kecil, menengah, atau skala bisnis lainnya. Ketersediaan modal usaha, aset produksi, serta omzet operasional menjadi pembeda utama antara keluarga rentan miskin dan kelompok masyarakat yang secara mandiri telah sejahtera.

Melalui pengintegrasian delapan indikator tersebut, penetapan desil tidak hanya mengandalkan angka pendapatan nominal semata, melainkan memotret gambaran utuh kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Data multidimensi ini diperbarui secara berkala melalui basis data nasional untuk memastikan program intervensi seperti bantuan sosial dan perlindungan sosial dapat tersalurkan secara lebih akurat dan tepat sasaran.(*)

BACA JUGA: Mengapa Desil 9 dan 10 Tak Lagi Berhak Beli Pertalite?

Back to top button