Jordania Tolak Pemindahan Warga Palestina dari Jalur Gaza

Adapun alasan penolakan tersebut adalah Yordania melindungi kepentingan, prinsip, dan warga negaranya,”
JERNIH-Yordania menolak pemindahan warga Palestina dari Jalur Gaza. Pernyataan tersebut sebagai respon sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang meminta negara-negara Arab untuk menerima lebih banyak warga dari wilayah Palestina yang menjadi korban perang genosida Israel yang, menurut Trump, didukung pemerintahan Joe Biden.
Untuk kesekian kali sikap”tegas dan tak tergoyahkan”, Yordania yang menolak pemindahan warga Palestina dari Gaza, sebagaimana dikatakan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi, sebagaimana dilansir IRNA-OANA, pada Senin (27/1/2025).
Namun melalui unggahannya di media X, Menlu Yordania menegaskan dukungan negaranya terhadap kesepakatan gencatan senjata Gaza. Ayman menekankan perlunya implementasi penuh dan pengiriman bantuan kemanusiaan ke semua bagian Jalur Gaza.
“Fakta yang sudah terbentuk kuat adalah bahwa Yordania melindungi kepentingan, prinsip, dan warga negaranya,” katanya lebih lanjut dalam unggahannya.
Di sisi lain, kelompok Palestina menentang rencana Trump itu, dengan mengatakan segala upaya pemindahan paksa warga Palestina akan digagalkan
Sebelumnya pada Sabtu (25/1/2025) Presiden Trump mengatakan agar Yordania, Mesir, dan negara-negara Arab lainnya harus menerima lebih banyak warga Palestina dari Jalur Gaza. Pernyataan Trump tadi disampaika kepada wartawan di Air Force One,.
Bahkan Trump juga mengatakan dirinya telah menelepon Raja Yordania Abdullah II pada hari yang sama dan berjanji akan berbicara dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sissi pada Ahad (26/1/2025). (tvl)