Mengapa Iran Larang Ekspor Semua Produk Makanan?

Larangan ini disampaikan kepada otoritas bea cukai di seluruh negeri tanpa batas waktu pencabutan merupakan perluasan dari pembatasan sebelumnya yang menargetkan barang tertentu seperti kentang, tomat, kurma, dan telur.
JERNIH-Untuk mengamankan pasokan dalam negeri, pemerintah Iran melarang ekspor semua produk makanan dan hasil pertanian. Pengumuman ini diambil di tengah konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
“Ekspor semua produk makanan dan hasil pertanian dilarang hingga pemberitahuan lebih lanjut,” dilaporkan oleh Tasnim News Agency Iran.
Larangan ini disampaikan kepada otoritas bea cukai di seluruh negeri tanpa batas waktu pencabutan merupakan perluasan dari pembatasan sebelumnya yang menargetkan barang tertentu seperti kentang, tomat, kurma, dan telur.
“Pemerintah memprioritaskan pasokan barang esensial bagi rakyat.”
Iran merupakan eksportir pertanian utama, dan larangan ini diprediksi mengguncang pasar komoditas. Negara itu adalah produsen pistachio terbesar kedua di dunia pada 2024 dengan 316.100 ton metrik menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), hanya kalah dari Amerika Serikat yang mencapai 498.900 ton. Pistachio saja menyumbang pendapatan ekspor tahunan sekitar USD1,7 miliar bagi Teheran.
Larangan ekspor tersebut menyusul eskalasi cepat setelah tiga putaran pembicaraan nuklir antara Washington dan Teheran gagal. Putaran terakhir di Jenewa pada 26 Februari, yang digelar di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, berakhir tanpa kesepakatan setelah Teheran menolak menghentikan pengayaan uranium atau membongkar fasilitas nuklirnya. (tvl)






