
Hidup yang berciri Adven bukan hidup yang luar biasa melainkan hidup yang biasa dalam keseharian. Adven menjadi penting karena ini memberi peringatan agar tidak larut dalam kebiasaan hidup yang membuat orang lupa akan Hari Tuhan yang bisa datang tiba-tiba.
Penulis: P. Kimy Ndelo, CSsR
JERNIH-Beberapa hari terakhir ini Paus Leo XIV mengadakan perjalanan kunjungan ke Turkiye, sebuah negara Islam di perbatasan Timur Tengah dan Eropah. Negara ini mewarisi kekayaan sejarah, baik agama Yahudi, maupun Kristen dan terutama Islam. Pada kesempatan itu Paus sesungguhnya mengadakan sebuah ziarah iman yang berawal dari Abraham sampai Kristus dan Rasul Paulus, serta kekristenan masa lalu yang pernah jaya dan mengagumkan. Dan disitu Paus berjumpa dengan kawanan kecil umat Kristen, baik Katolik maupun Ortodoks. Terlihat Paus sangat terharu melihat semangat iman umat yang berjumlah sedikit dan seringkali hidupnya tidak mudah di tengah umat non Kristen.
**

Hari ini kita juga memulai sebuah ziarah rohani yg berawal dari kenangan Perjanjian Lama sampai masa Perjanjian Baru, masa kini sampai masa depan. Nabi Yesaya menggambarkan ziarah bangsa-bangsa menuju Yerusalem, menegaskan iman mereka akan Allah yang satu. Hal serupa juga diungkapkan oleh kitab Mazmur (Mzm 122).
Ziarah ini bukan sekedar perjalanan melainkan sebuah gerak mundur melihat ke belakang saat kelahiran Yesus di Betlehem sekaligus gerak maju menyongsong kedatangan Yesus yang kedua di akhir zaman. Ziarah ini mengandaikan sikap siaga dan berjaga-jaga seperti dikatakan Yesus dalam Injil hari ini:
“Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga” Mat 24,42.44).
Sikap berjaga-jaga terwujud dalam pengendalian diri dari segala hal yang membawa kepada dosa, mengusahakan damai dengan sesama dan Tuhan melalui Sakramen Tobat.
Sikap waspada dan berjaga-jaga ini tidak didasari oleh ketakutan dan kekuatiran. Sebaliknya sikap ini justru dihidupi dengan harapan yang menggembirakan karena janji penyelamatan oleh Tuhan sendiri.
Lilin Adven pada dasarnya adalah sebuah simbol untuk mengusir kegelapan musim dingin dengan harapan bahwa musim semi yang indah akan segera tiba. Terang itu adalah Kristus sendiri yang menerangi dunia.
Hidup yang berciri Adven bukan hidup yang luar biasa melainkan hidup yang biasa dalam keseharian. Adven menjadi penting karena ini memberi peringatan agar tidak larut dalam kebiasaan hidup yang membuat orang lupa akan Hari Tuhan yang bisa datang tiba-tiba.
Hidup yang berciri Adven adalah hidup yang merayakan Kristus yang pernah, sedang dan akan selalu ada dalam hidup manusia dan dunia. Kristus telah datang, sedang hadir dan akan datang pada waktunya.
Hidup yang berciri Adven adalah hidup yang dilandasi keyakinan bahwa hidup kita di dunia bisa berakhir kapan saja dan karena itu perlu selalu mempersiapkan diri.
**
Murid-murid Iblis disebar ke seluruh dunia untuk praktek ilmu mempengaruhi manusia. Setelah waktu tertentu mereka pulang dan membuat laporan kepada sang guru Iblis. Murid pertama ditanya bagaimana dia menggoda manusia. Dia menjawab: “aku ajarkan bahwa Tuhan tidak ada.” Sang Iblis menggeleng: “Sebagian besar manusia tahu bahwa Tuhan ada. Ini tidak manjur.”
Murid kedua datang dan berkata: “Aku mengajarkan mereka bahwa Neraka itu tidak ada.” Sang Iblis pun merespon: “Setelah perang terus menerus dan jutaaan praktek aborsi, manusia tahu kalau Neraka itu ada”.
Akhirnya murid ketiga yang adalah seorang gadis datang: “Aku memberitahu mereka bahwa masih banyak waktu, jadi nikmati dan santai saja.” Sang Iblis gembira: “Murid yang hebat. Pakailah ilmu ini dan kamu akan mendapatkan banyak korban. Kenapa para iblis pria tidak sepintar engkau ini?”
(SETETES EMBUN, by P. Kimy Ndelo CSsR; ditulis di Biara Taman Bougenville, Jatibening Bekasi, Jawa Barat)






