SolilokuiVeritas

Menguji Kebesaran Presiden  

Dengan dukungan yang besar ini, seharusnya Presiden Prabowo Subianto bisa membuat keputusan yang besar. Yang bisa mengukuhkannya sebagai presiden yang gemilang. Keputusan apa? Yang berkaitan dengan tuntutan rakyat, mulai dari pemberhentian Kapolri Listyo Sigit Prabowo, pengurangan jumlah tenaga kerja asing asal Tiongkok di penambangan nikel, pemberantasan korupsi sampai ke akar-akarnya hingga tindak lanjut dari pidatonya yang berapi-api tentang menjadikan Indonesia sebagai negara besar.

Oleh     :  Ana Nadhya Abrar*

JERNIH–Sebuah negara bisa besar dengan berbagai jalan. Ia bisa besar karena ditakdirkan punya wilayah yang luas. Ini terjadi di Indonesia. Luasnya mencapai 1,9 juta km2. Jumlah pulaunya mencapai 17.000-an buah.

Ia bisa besar karena jumlah populasinya yang banyak. Ini juga ditunjukkan oleh Indonesia. Populasi Indonesia merupakan peringkat keempat terbesar di dunia, setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat.

Ia bisa besar karena letaknya yang strategis. Ia menjadi referensi bagi negara-negara lain untuk perdagangan internasional. Ini dimiliki pula oleh Indonesia. Posisinya yang terletak di persilangan antara Benua Asia dan Australia, serta Samudra Hindia dan Pasifik, menjadikan Indonesia sebagai jalur perdagangan internasional yang penting.

Ia bisa besar karena sumber daya alamnya yang banyak dan bervariasi. Ini juga dimiliki Indonesia. Sumber daya alamnya melimpah. Ada minyak, gas, dan mineral. Mineralnya pun beragam, ada mineral logam: mulai dari emas, nikel, tembaga sampai timah. Ada pula mineral nonlogam, seperti batu kapur, pasir kuarsa hingga belerang.

Ia bisa besar karena kemampuan kerja yang gemilang presidennya. Sukarno termasuk presiden Indonesia yang gemilang. Dia merupakan seorang pelopor berlangsungnya Konperensi Asia Afrika (KAA) 18-24 April 1955 di Bandung. KAA berhasil mengumpulkan 29 negara di kawasan Asia Afrika. Salah satu hasilnya adalah kesepakatan untuk mendorong solidaritas anti-kolonialisme, kemerdekaan, dan perdamaian dunia.

Presiden Soeharto bisa juga disebut sebagai presiden Indonesia yang gemilang. Dia berhasil menjadikan Indonesia swasembada beras pada 1984. Keberhasilan ini diakui Federation of Agriculture Organization (FAO), sebuah organisasi di bawah PBB, pada 1985.

Keberhasilan ini diulangi lagi oleh Indonesia pada awal 2026. Ini ditandai oleh pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang swasembada beras  di Karawang pada 7 Januari 2026. Konon produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,71 juta ton. Namun, keberhasil-an ini belum diakui oleh FAO.

Apakah ini berarti Presiden Prabowo Subianto merupakan presiden yang memiliki kemampuan kerja yang gemilang? Tidak mudah menjawabnya tanpa penelitian yang saksama. Yang jelas ketika terpilih menjadi Presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka  memperoleh 58,58 persen suara. Lepas dari perdebatan tentang cara Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghitung suara, perolehan suara ini setara dengan 96.214.691 pemberi suara.

Kini, Presiden Prabowo masih memperoleh dukungan besar rakyat. Ini bisa dilihat dari banyaknya tokoh Muslim dan perwakilan ormas Islam yang mendatangi Istana Kepresidenan untuk bertemu Presiden Prabowo. Mereka  bertemu dengan Presiden Prabowo pukul 14.00 WIB, 3 Februari 2026, usai makan siang.

Tokoh Muslim dan perwakilan ormas Islam, yang hadir, seperti dilaporkan antaranews.com, 3 Februari 2026, antara lain: Wakil Presiden Ke-13, Ma’ruf Amin; Ketua MUI Pusat, Anwar Iskandar; Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis; Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU), Saifullah Yusuf; Ketua Umum Dewan Pembina Pengurus Pusat Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa; dan Jusuf Hamka.

Sebelum itu, pada 30 Januari 2026, seperti dilaporkan kompas.com, 30 Januari 2026, sejumlah tokoh “oposisi” juga berkunjung ke kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto. Mereka dijamu oleh Presiden Prabowo selama lima jam. Siapa saja mereka?

Ada Siti Zuhro, Abraham Samad, Said Didu, dan Susno Duadji. Sementara itu, Presiden Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi; Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono; Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin dan Zacky Anwar Makarim.

Dengan dukungan yang besar ini, seharusnya Presiden Prabowo Subianto bisa membuat keputusan yang besar. Yang bisa mengukuhkannya sebagai presiden yang gemilang. Keputusan apa? Yang berkaitan dengan tuntutan rakyat, mulai dari pemberhentian Kapolri Listyo Sigit Prabowo, pengurangan jumlah tenaga kerja asing asal Tiongkok di penambangan nikel, pemberantasan korupsi sampai ke akar-akarnya hingga tindak lanjut dari pidatonya yang berapi-api tentang menjadikan Indonesia sebagai negara besar.

Keputusan besar dari Presiden Prabowo akan melapangkan jalan Indonesia menjadi negara besar. Namun, keputusan besar hanya bisa diambil oleh seorang presiden yang besar pula.  Kita tunggu apakah Presiden Prabowo bisa mengambil keputusan yang besar. Kalau kelak dia bisa melakukannya, sesungguhnya dia sudah lolos ujian kebesaran presiden. Dia sah menjadi presiden yang besar. [ ]

*Guru Besar Jurnalisme UGM

Back to top button