
Presiden Prabowo menaruh perhatian besar pada Indonesia Emas 2045. Simaklah berita yang dilaporkan cnnindonesia.com, 17 Juli 2026 berikut: “Saudara-Saudara, banyak pakar di dunia sudah ramalkan bahwa dalam tahun 2045-2050 Indonesia akan menjadi negara keempat terbesar dan terkaya di dunia. Nanti 2050 kita di atas Jepang. Di atas Inggris, Brasil, Prancis.” Kita sadar ini hanya ramalan. Sebagai ramalan, keberhasilannya tidak pasti.
Oleh : Ana Nadhya Abrar*

JERNIH– Tahun 2045, persisnya pada 17 Agustus, proklamasi Indonesia berumur satu abad. Banyak pejabat menyebut pada hari itu Indonesia berumur satu abad atau 100 tahun. Menyambut hari bersejarah itu, dicanangkanlah Indonesia Emas 2045. Sebutan ini mengandung harapan, pada tahun 2045 Indonesia sudah matang, kaya dan makmur.
Presiden Prabowo menaruh perhatian yang besar pada Indonesia Emas 2045. Simaklah berita yang dilaporkan cnnindonesia.com, 17 Juli 2026 berikut: “Saudara-Saudara, banyak pakar di dunia sudah ramalkan bahwa dalam tahun 2045-2050 Indonesia akan menjadi negara keempat terbesar dan terkaya di dunia.”
Kita sadar ini hanya ramalan. Sebagai ramalan, keberhasilannya tidak pasti. Namun, ramalan Presiden Prabowo tidak tanggung-tanggung. Di dalam lanjutan berita di atas, dia menyebut: “Nanti 2075 nanti India naik, kita oke lah ke empat di dunia. Kita nanti 2050 kita di atas Jepang. Di atas Inggris, Brasil, Prancis.”
Kalau ramalan ini mewujud jadi kenyataan, Indonesia mengalahkan Inggris dan Prancis. Inggris merupakan pusat keuangan global dengan inovasi teknologi dan sektor jasa finansial yang kuat. Prancis mendominasi sektor agribisnis, dirgantara, dan industri barang mewah. Kalau Indonesia ingin mengalahkan Inggris , tentu Indonesia mesti menjadi pusat keuangan global dengan inovasi teknologi yang lebih canggih dari Inggris. Industri jasa dan finansial Indonesia harus lebih kuat dari industri jasa dan finansial Inggris. Mungkinkah?
Kalau Indonesia ingin mengalahkan Prancis, sektor agribisnis dan dirgantara Indonesia mesti lebih maju dari sektor agribisnis dan dirgantara Indonesia. Industri barang mewah Indonesia mesti lebih dahsyat dari industri barang mewah Prancis. Mungkinkah?
Entahlah! Yang jelas kini Indonesia masih membeli pesawat tempur dari Prancis. Para selebriti Indonesia masih mengejar barang-barang mewah buatan Prancis. Pemerintah sama sekali tidak keberatan mengeluarkan banyak uang demi memperoleh pesawat tempur bekas buatan Prancis. Para selebriti juga senang-senang saja mengeluarkan banyak uang untuk membeli barang-barang mewah buatan Prancis.
Kenyataan ini menunjukkan, masih panjang jalan yang harus dilalui Indonesia agar bisa mengalahkan Prancis dan Inggris. Namun, meramal kondisi Indonesia pada Indonesia Emas 2045 tetap saja menarik. Yang lebih menarik lagi tentu melihat peradaban Indonesia sekarang dan bagaimana bisa berubah pada 2045.
Secara praktis peradaban bisa dilihat dari perkembangan kebudayaan manusia. Peradaban Indonesia disebut tinggi kalau masyarakatnya berada dalam kebudayaan tahap tinggi. Ini ditandai oleh paling tidak: (i) menggunakan teknologi maju untuk menjalani kehidupan sehari-hari, (ii) menjalani organisasi sosial yang kompleks, dan (iii) Menggandrungi ilmu pengetahuan dan bisa membangun pengetahuannya sendiri.
Beralih ke kehidupan pribadi masyarakat, manusia disebut berada dalam kebudayaan tahap tinggi, setidaknya bila dia: (i) menjunjung tinggi empati, menghargai sesama, dan memiliki kedewasaan emosional dalam menghadapi masalah, (ii) berpikiran terbuka, menghargai sains, dan mampu mengambil keputusan yang secara rasional, dan (iii) bertanggung jawab penuh atas hidupnya sendiri, produktif menghasilkan karya, dan berkontribusi buat kebudayaan.
Mengamati kecenderungan yang ada di masyarakat Indonesia sekarang agaknya masyarakat masih belum berada dalam kebudayaan tahap tinggi. Sebuah contoh soal adalah pemerintah belum memahami peran para ibu dalam membentuk peradaban. Padahal ibu adalah orang pertama yang membentuk karakter, moral, dan kecerdasan anak yang akan menggerakkan sebuah peradaban!
Secara praktis, contoh konkkretnya terlihat pada sikap pemerintah yang tidak menghargai ibu. Ini muncul dalam berita yang dilaporkan tribun-video.com, 18 Juli 2026: “Menurut Annette Mau, perwakilan Aliansi Ibu Indonesia, program MBG sangat seksis dan menghina perempuan serta ilmu pengetahuan karena porsi pengambilan keputusannya tidak melibatkan suara ibu.”
Dalam berita yang sama, selanjutnya Annette mengatakan ibulah yang sejatinya paling memahami kebutuhan gizi dan manajemen anggaran makan keluarga. Kalau kini posisi ibu tidak dihargai sebagai orang yang mampu mendorong anak menggerakkan peradaban, bagaimana kita bisa membayangkan masyarakat bisa berada dalam budaya tingkat tinggi pada 2045?
Namun, ramalan pakar dunia yang dikutip oleh Presiden Prabowo di atas bisa jadi, mengutip pendapat T. Jacob (2001), hanya halomansi, mengamati nyala api setelah dilempar garam ke dalamnya. Soalnya, sangat sukar meramalkan apa yang akan terjadi di masa depan, apalagi hampir 20 tahun sejak sekarang. []
*Guru Besar Jurnalisme UGM






