Solilokui

“Percikan Agama Cinta”: Jaga Lima Sebelum Datang yang Lima

Seluruh pencapaian hidup yang semu itu, apalagi sekadar material belaka, takkan pernah mengantarkan kita pada kebahagiaan paripurna.

JERNIH–Saudaraku,

Rasûlullâh Muhammad Saw pernah berpesan pada sahabatnya. Pesan itu kini sampai kepada kita. “Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: (1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu; (2) Saat sehatmu sebelum datang waktu sakitmu; (3) Masa kayamu sebelum datang kefakiranmu; (4) Keluanganmu sebelum datang sibukmu; (5) Hidupmu sebelum datang matimu.”

Itulah lima prinsip dasar hidup. Sejatinya bisa kita terapkan secara mudah. Engkau mulai dari bagian mana pun, intinya diri sendiri yang kan menikmati. Bukan orang lain. Maka dengan begitu, engkau jadi tahu betapa beruntungnya kita diciptakan menjadi manusia. Ada demikian banyak anugerah yang diberikan Allah, dan teramat sering lupa kita syukuri. Kitalah yang dzalim, Allah Maha ‘Alim.

Deden Ridwan,jernih.co,mizan,
Deden Ridwan

Seluruh pencapaian hidup yang semu itu, apalagi sekadar material belaka, takkan pernah mengantarkan kita pada kebahagiaan paripurna. Sebab bukan dengan itu bahagia direngkuh. Rasa tersebut hanya akan mendarat di hati manusia yang tahu berterima kasih pada Kasih-Sayang Allah, zat tak berbatas. Nafas yang kita hirup setiap detik itu saja, sudah merupakan kebahagiaan tak terperi bila kita mampu memaknainya.

Renungkanlah. Jadi jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka batin kita semakin kaya. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kita akan dicintai makhluk di langit dan di bumi. Jangan menunggu berhasil baru bersyukur, tapi bersyukurlah, maka keberhasilan kita dilipatgandakan oleh-Nya. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum indah, namun tersenyumlah seindah mungkin demi kebahagiaan yang tak bisa dibeli dengan harta.

Islam adalah sebaik-sebaik ajaran yang memudahkan manusia, dan kemudahan itu berada dalam kesederhanaan hidup.  [Deden Ridwan]

Back to top button