TEKNIK MENGHIDUPKAN “RUH” PUISI

Ada banyak pemuisi pemula yang bertanya, seperti apa puisi yang bagus, dan bagaimana cara menciptanya? Ini pertanyaan klasik, dan telah banyak pemuisi senior serta berkualitas menjelaskannya lewat aneka diskusi. Namun sedikit pemuisi berkualitas yang dapat menuturkannya lewat karya tulis, sehingga tuturannya terekam dan dapat dibaca berulang-ulang. Hatta, buku panduan menulis puisi pun tergolong langka dan sulit didapat.
Buku “Menghidupkan Ruh Puisi, Seluk Beluk dan Petunjuk Menulis Puisi” gubahan penyair Doddi Ahmad Fauji termasuk ke dalam katogi buku langka tersebut. Buku ini dengan bernas menuturkan, sebuah puisi itu harus hidup dan mengandung daya gugah. Penulis menganalogikan puisi seperti manusia, yang memiliki jiwa dan raga. Jiwa manusia akan tampak memikiki daya hidup bila pikiran, perasaan, angan-angan, imajinasinya tampak berpendaran bagai cahaya yang menerangi semesta batin, kemudian cahaya itu dinyalakan dalam raga yang sehat, bugar, dan kuat. Jiwa dan Raga manusia bisa di-upgrade, dan begitupun dengan Jiwa dan Raga puisi. Bagaimana caranya? Kita akan menemukannya dalam buku setebal 180 halaman ini.
Pada 2025 ini, buku ini telah memasuki cetak yang keenam kalinya sejak pertama terbit pada Januari 2019. Buku tersebut bisa didapat dengan mengontak admin pada WA: 0813.8704.1626 atau melalui email situseni.net@gmail.com.






