Crispy

Bulog Segera Import Daging Kerbau Dari India

JAKARTA-Dalam rangka memenuhi kebutuhan Ramadhan dan Hari Raya Idhul Fitri, Pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk mengimport 100.000 ton daging kerbau dari India.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog, Bachtiar menyatakan Bulog siap menerima penugasan mengimport 100.000 ton daging kerbau dengan alokasi waktu satu tahun. Import daging kerbau itu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Bahkan Bachtiar menjanjikan bulan April mendatang, daging kerbau tersebut sudah bisa dinikmati di dalam negeri.

“Kita rencana mendatangkan daging kerbau 25.000 ton. Untuk menghadapi lebaran. April sudah masuk,” kata Bachtiar.

Baca juga: Mau Terhindar Asam Urat? Begini Caranya

Import perdana itu akan dilakukan dalam waktu dekat agar dapat menutup kebutuhan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Bachtiar juga menjelaskan bahwa Bulog sudah mempunyai pengalaman melakukan import dari India karena telah beberapa kali mendatangkan daging dari India. Bulog juga telah membangun jejaring di India.

“Izinnya sebentar lagi ke luar. Kalau masalah (komunikasi dengan India) itu kan cepat. Kan kita sudah ada jejaringnya,” papar dia.

Baca juga: Dari Cina, Pemerintah Hanya Larang Impor Hewan Hidup

Saat ini, kata Bachtiar, Bulog masih memiliki stok daging kerbau India, angkanya relative tipis, sekitar 1000 ton. Namun jumlah itu masih cukup aman hingga daging import datang dari India.

“Daging kerbau masih ada. Kalau stok di saya sekitar 1.000 lebih,” Bachtiar melanjutkan “”Di tempat distributor (lokal) juga pasti ada (pasokan daging),”

Bulog mencatat kebutuhan konsumsi daging masyarakat yang diperkirakan mencapai 600 ribu ton pada tahun ini. Selain import daging kerbau pemerintah juga akan mengimport daging sapi yang jumlahnya lebih besar.

Import daging akan didatangkan dari berbagai negara seperti Australia, India juga Brasil. Namun hingga kini belum ada kepastian alokasi masing-masing negara.

(tvl)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close