Crispy

Netizen Ungkit Pengusiran Dubes Jerman untuk Venezuela

Jerman dinilai senang dukung kelompok oposisi Negara sahabat.

JERNIH-Setelah kunjungannya ke markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat viral di media massa dan media sosial, staf Diplomatik Kedutaan Besar (Kedubes) Jerman itu akhirnya dipulangkan ke negaranya.

Informasi pemulangan sfat Kedubes Jerman tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), setelah pihaknya bertemu dengan Kepala Perwakilan Kedutaan Jerman di Jakarta.

“Kedubes Jerman menyampaikan bahwa staf diplomatik tersebut  telah diminta kembali segera untuk mempertanggung-jawabkan tindakannya dan memberikan klarifikasi kepada pemerintahnya,” demikian pernyataan resmi Kemenlu dikutip melalui laman resminya, Senin (21/12/2020).

Nampaknya kekecewaan netizen terhadap tindakan staf Kedubes Jerman tersebut cukup besar. Kekecewaan tersebut terlihat dari dimunculkan kembali berita lama tentang pengusiran Duta Besar Jerman untuk Venesuela, Daniel Kriener.

Netizen menyebut Jerman mempunyai sejarah senang mendukung kelompok yang berseberangan dengan pemerintah yang sah, sambil menyebut kasus pengusiran Duta Besa Jerman tersebut.

Kriener diminta untuk meninggalkan Venezuela setelah diketahui ikut menyambut kedatangan Juan Guaido di Bandara Caracas, pada Senin (4/3/2019) tahun lalu. Guaido yang merupakan pimpinan oposisi pemerintah Presiden Nicholas Maduro, kala itu baru kembali dari luar negeri, usai meminta dukungan negara-negara lain.

Dilansir AFP, Kamis (7/3/2019), Pemerintah Venezuela hanya memberi waktu Kriener selama 48 jam untuk segera meninggalkan Venezuela.

”Karena itu, kami memberi dia waktu 48 jam untuk keluar dari negeri ini,” kata Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza, kala itu. Ia juga mengumumkan status Kriener sebagai persona non-grata (sosok yang tak disambut negara) di akun Twitter-nya.

Tindakan Kriener yang membantu tokoh oposisi Pemerintah Venezuela, membuatnya dianggap telah melakukan ‘campur tangan’ terhadap urusan dalam negeri Venezuela.

Sebelumnya Kedubes Jerman membenarkan bahwa salah satu stafnya berkunjung ke markas FPI di Petamburan, pada Kamis (17/12/2020).

“Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Jerman membenarkan keberadaan staf Kedutaan di sekretariat organisasi tersebut,” tulis keterangan resmi Kemenlu.

Pemulangan staf Kedubes Jerman tersebut karena kepergiannya ke Markas FPI merupakan inisiatif pribadi staf tersebut.

“Kepala Perwakilan Kedubes Jerman memastikan bahwa insiden tersebut tidak mencerminkan kebijakan Pemerintah dan Kedutaan Besar Jerman  serta menolak tegas kesan bahwa kedatangan staf Kedutaan tersebut sebagai bentuk dukungan Jerman kepada organisasi tersebut,”. (tvl)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close